Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Friday, October 17, 2008

Jengah



Seraya menegadah.. kuhempaskan nafas berat yang sedari tadi membuat nadiku terhimpit
Entah.. apa yang kupikirkan, serasa tak ada yang "memiliki" aku, ataukah Tuhan mulai bosan memandangku.. pekik kecil dalam hatiku. Mengapa hari-hari yang kini kulalui lebih berat dan tak pernah sekalipun aku memetakannya dalam "peta khatulistiwa ku".. Ahh Tuhan.. apalagi yang kau rencanakan untukku, tak bolehkah kau biarkan aku sedikit tersenyum memandangi gambar-gambar hidup yang kau ciptakan beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun lamanya..?! atau setidaknya.. ijinkan aku meminjam salah satu gambar hidupmu yang paling sempurna.. untuk sedikit berbagi rasa dengannya hingga waktu yang telah kau tentukan masa kontraknya..

Dan kemudian..
Waktu masih tetap saja tak mau berteman untuk sedikit berangin dibawah pohon akasia ditepi sungai yang menyerupai susu milo coklat. Entah mengapa aku senang duduk berlama-lama disampingnya, meski tak seekor ikanpun mau berendam disana. Aku diam dan terpatri membaca "peta khatulistiwa ku" yang terpampang jelas dalam kabut kepala ku. Hhhgggfff... kemana lagi ku arahkan jalur peta ini, serasa buntu seperti ketika Colombus berusaha mencari benua Amerika..

Ahh.. sudahlah.. toh akhirnya Colombus dapat menemukan benua Amerika..
susuri saja tepian sungai ini, dan lemparkan senyum manis pada enceng gondok yang enggan berteriak memecah keruhnya air. Kupasang helm hitam lusuhku.. dan kuderu si kuda perang merah melaju diantara debu kota Surabaya..
Lalu..
Kutorehkan dalam hatiku..
"Masih butuh langkah panjang tuk temukan Benua Zamrud
dan perlu ribuan tinta tuk mempercantik Peta Khatulistiwaku
Jangan pernah menyerah
Karena Tuhan tak pernah melupakanmu
Kau Sajalah Yang Lupa
Tuhan Tidak!!"

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)