Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Friday, July 29, 2011

M.A.D (Making A Difference)

M.A.D
(Making A Difference)

Sebuah proyek prestisius tingkat dunia yang di gelindingkan oleh beberapa orang bersahaja dari berbagai belahan dunia

Mendengar kata M.A.D pertama kali, setiap orang bahkan saya sendiri tentu memiliki konotasi yang sama, yaitu gila! Tetapi begitu kita melihat bagaimana cara menulis kata itu, tentu akan berbeda artinya.

M.A.D atau kepanjangan dari Making A Difference, jika diartikan secara harfiah dalam Bahasa Indonesia, adalah membuat perbedaan. Namun arti yang lebih luas lagi adalah melihat sisi lain dari setiap perbedaan yang ada.



Proyek ini muncul dari ide pemikiran sepasang kekasih, yang memiliki perbedaan latar belakang budaya, agama, dan gaya hidup. Mereka adalah Eugenija Kovaliova, seorang perempuan muda tanpa agama, (saya tidak ingin menyebutnya Atheis, karena menurut nya dirinya tidak seperti itu), asal Lithuania sebuah Negara kecil di benua Eropa dan Kamal Ahamada, seorang pemuda kelahiran Pulau Comoro Afrika yang telah menjadi Warga Negara Prancis dan seorang muslim.

Romantisme perjalanan cinta mereka, yang awalnya adalah sebuah penolakan terhadap slogan “Cinta pada Pandangan Pertama”, justru membawa mereka pada kisah kasih manis yang dibumbui oleh pemahaman budaya yang berbeda. Dan dari perbedaan latar belakang budaya itulah muncul sebuah proyek yang memiliki dua goal yang berbeda pula.

Kesadaran akan adanya perbedaan pada setiap diri manusia, menjadikan proyek ini sebagai titik balik penyadaran dan pembelajaran, tidak hanya bagi diri pribadi, tapi bagi seluruh lapisan masyarakat di dunia ini untuk saling berbagi, berkomunikasi dan memahami serta menghormati satu sama lain.

Melalui berbagai macam perbedaan baik meliputi suku bangsa, tradisi, budaya dan agama, proyek ini ingin menarik benang merah yang menghubungkan perbedaan-perbedaan tersebut, sebagai salah satu sisi kemanusiaan dan bukan menjadi penghalang untuk saling mengenal tapi justru lebih pada bagaimana agar saling memahami perbedaan itu.

Terdapat dua goal yang berbeda yang ingin mereka capai dalam proyek ini, yaitu :

1. Membangun Pemahaman Kebudayaan, khususnya pemahaman kebudayaan antara Dunia Barat dan Masyarakat Muslim di Berbagai Negara berpenduduk Muslim terbanyak, melalui pengenalan seni dan keberagaman budaya dalam komunitas muslim itu sendiri.
2. Pemberdayaan Komunitas Penduduk Desa di Benua Afrika khususnya komunitas orang-orang miskin di Afrika dengan memberikan pendidikan non formal.

Mengenai point pertama, saya patut berbangga sebagai seorang muslim, dan juga Warga Negara Indonesia, karena saya diajak dalam team ini, selain itu Indonesia adalah Negara pertama yang mereka kunjungi untuk riset ini.

Dan tujuan spesifik yang ingin mereka capai, untuk goal pertama, proyek ini ingin membangun pemahaman budaya antara Dunia Islam dan Dunia Barat melalui seni, karena seni adalah hal yang universal dan mudah untuk diterima di bebagai kalangan.

Sedangkan untuk kalangan muslim, proyek ini juga ingin menampilkan keberagaman budaya lokal yang muncul dalam komunitas muslim itu sendiri. Proyek ini juga bertujuan menciptakan kehidupan dunia yang lebih indah meski dalam keberagaman budaya. Dan hal itu harus dimulai dari saling memahami perbedaan.

Proyek yang kami lakukan ini, benar-benar murni karena kami sebagai seorang manusia peduli terhadap hal-hal yang berbau kemanusiaan, dan peduli akan kehidupan yang lebih baik tanpa ada unsur politik negatif yang justru menciptakan kebencian dan kurangnya toleransi antar sesama manusia.

Oleh karena itu, proyek penilitian ini dimulai di Indonesia, Negara yang kaya akan keberagaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta toleransi. Dan perlu diketahui bahwa apa yang kami lakukan, TIDAK ADA PIHAK MANAPUN yang berdiri dibalik ini semua. Dana perjalanan penelitian ini, benar-benar murni dari hasil tabungan Eugenija dan Kamal selama hampir dua tahun. Seluruh team yang membantu, juga melakukan hal ini dengan sukarela.

Penelitian ini diawali dari Bali, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Sumatra, Singapore, Malaysia, Palestina, Mesir, Tunisia, dan akan kembali ke Belgia. Perjalanan yang kemungkinan memakan waktu selama 8 bulan ini, diharapkan setelah rampung mampu memberikan manfaat dan tujuan positif.

Team proyek ini, akan aktif untuk terus mengkampanyekan apa yang telah mereka lihat, dengar dan rasa dengan mata kepala sendiri, ke dunia barat, melalui promosi, kampanye ke sekolah-sekolah, acara seminar dan diskusi.

Bagi teman-teman yang menilai bahwa proyek ini bukanlah suatu hal yang sia-sia, mari tunjukkan bahwa kita, Warga Negara Indonesia, sangat peduli dengan hal-hal seperti ini, dan khususnya bagi kita sebagian besar umat Muslim, mari kita tunjukkan sisi humanisme Muslim justru jauh dari bom dan teroris.

Jika anda peduli, meski hanya memberikan info tentang siapa, apa, dan dimana kami dapat melihat seni / keberagaman budaya yang menunjang proyek ini. Silahkan kunjungi blog sederhana dibawah ini :

http://themadproject.wordpress.com/

http://www.themadproject.org/

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)