Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Saturday, September 10, 2011

Hijab is My Style to be Stylish

Pic Source : here
Apa… kamu mau pake jilbab…??! Mau jadi apa kamu nanti… kerja bakalan sulit.. gerakmu gak bisa lincah.. mana ada cowok yang mau sama cewek yang *brukut* berselimut kemana-mana..??!”

Itu komentar pertama yang pernah aku dengar, ketika aku ingin pakai jilbab, kira-kira 13 tahun yang lalu, persis ketika aku duduk di kelas dua akhir SMA. Waktu itu, memakai jilbab memang bukan hal yang lumrah dan menjamur seperti sekarang, hanya ustadzah dan teman-teman dari pondok, itupun jilbabnya besar-besar.

Apalagi menggunakan jilbab di sekolah negeri, mungkin hanya dua sampai lima orang saja dalam satu sekolah. Aku sendiri sekarang jadi heran, kalau dipikir-pikir, negara kita kan mayoritas beragama Islam, alias muslim tapi kenapa ya.. sesuatu yang menjadi perintah Allah malah dianggap konyol dan aneh.
Ah tapi sudahlah.. mereka kan belum tahu dahsyatnya berjilbab.. hayoo kamu sudah tahu belum..? kalau pengen tahu jawabannya.. yuk ke toko buku beli buku-buku tentang jilbab.. hehehe lah kan perintah Allah dalam ayat pertama adalah Iqraa membaca..bukan mendengar.. persis seperti yang kamu lakukan di blogku ini.. :D Membaca!


Pic Source : Here
Lanjut aja cerita pengalaman berjilbab ya.. kalau ada yang bilang.. kamu nanti ga bisa bebas bergerak… ahh emang kamu dibungkus kaya pepes pindang.. itu kan pocong kalau kamu mati nanti :-p. Pake jilbab bukan berarti kamu ga bisa ngapa-ngapain loh! Tahu gak.. aku dulu tomboy banget.. suka bersepeda.. alias bike to everywhere bahasa kerennya sekarang, sepedanya bukan sepeda biasa.. tapi sepeda kumbangnya pak pos jaman dulu yang ada palang di tengahnya. Aku juga ikutan karate, bahkan sebelum aku pakai jilbab banyak kok temen-temenku yang udah pakai jilbab aktif juga di karate.. hayoo masih raguu pake jilbab?
Tapi.. kalo pake jilbab kan ga bisa bergaya dengan pita-pita rambut yang lucu, trus koleksi rok-rok mini mau dikemanain? Dan yang pasti banyak cowok-cowok menghindar gak mau berteman, laahh truss aku gak laku dong..?? Masih percaya dengan alasan ginian..?? 

Kalau alasan gak bisa pakai pita atau aksesoris rambut yang lucu-lucu, kayanya gak masuk akal lagi deh, sekarang yang namanya aksesoris sampe model jilbab yang unik dan lucu-lucu buaanyaaakk di pasar, mau model marshanda sampai istrinya om obama juga ada.. Pake jilbab justru melindungi kita dari sengatan matahari dan sinar UV yang super dahsyat… coba deh tanya om google sama tante wiki kalo ga percaya.. !
Cowok..?? ga perlu takut.. justru sekarang perempuan berkalung sorban.. yang menjadi rebutan loh.. pernah baca belum..bahwa Laki-laki yang baik hanyalah layak untuk perempuan-perempuan yang baik dan perempuan-perempuan yang tidak baik hanyalah untuk lelaki yang tidak baik pula.. itu Ayat Allah loh… gak main-main loh kalo sudah ngomongin Janji Allah. So kalau mau dapat lelaki yang baik.. maka perbaiki dulu diri kita. Bukan berarti orang yang berjilbab itu lebih baik dari yang gak pake jilbab, tapi orang yang berjilbab, berakhlak baik dan berhati mulia ituuuu yang sedang dicari hehe!

Hmm gimana? Masih ragu pakai jilbab? Ok ok.. ini nih pengalamanku yang sedikit termehek-mehek. Waktu itu, aku sudah lepas dari ortu alias mulai merantau di kota orang, Surabaya.. yoo jelass rek.. ! Nah waktu itu kondisi kantor tempat aku bekerja sedang gunjang ganjing langit kelap kelip .. menuju keterpurukan, akhirnya coba nglamar kerja sana sini.
Pas langit sudah bener-bener “pet” pas ada panggilan kerja dari salah satu perusahaan asing, yang ngantor di Hotel Hyatt Surabaya, awalnya gak yakin bisa kepanggil. Tes pertama loloss.. saingan maahh enthengg anak-anak fresh graduate yang jauhhh dari pengalaman.. tes kedua.. lolosss lagii… #aihh manissnya hidup ini.. dan eng ing eng.. pas tes akhir.. tinggal nego gaji dan fasilitas.. entah kenapa baru ada masalah dengan penampilan cantik manis saya ini..?

Waktu itu, ada 4 orang yang duduk dalam ruangan wawancara, satu orang bule si ownernya, Mr Siapa gitu lupaa, satu orang perempuan etnis tertentu dengan tanda salib di kalung lehernya, dan dua orang etnis tertentu juga, sepertinya staff perempuan itu. Suasana hening dibuka dengan pembicaraan masalah gaji yang diminta, fasilitas, kemudian entah si Bule tiba-tiba sedikit serak dan agak tertunduk, jadi ngomongnya ga jelas, tapi aku dengar ada kata scraf disebut-sebut.
Aku bingung, gak ngerti maksudnya, akhirnya si perempuan berkalung salib tadi, menjelaskan bahwa kualifikasi yang kumiliki cocok dengan apa yang sedang mereka cari, tapi mereka mensyaratkan untuk melepas jilbab karena area kantor mereka di area international jadi gak boleh ada simbol-simbol agama seperti apa yang aku kenakan. 

Pic Source : Here
Hoppsss sumpaaah jantungku mau copot waktu itu.. aku sangatt berharap bisa bekerja di perusahaan itu, dengan gaji yang diatas rata-rata, fasilitas executif,  suasana nyaman, yang tentunya akan mengangkat kantong ku yang mulai gersang, tapi kenapa yaa tega banget. Aku langsung bilang “Oh maaf saya gak bisa kalau harus melepas jilbab, saya rasa jilbab saya gak akan mengganggu pekerjaan saya” jawabku tapi tetap saja si bule bilang ini area international jadi tidak boleh ada simbol-simbol agama.

Segera aku pamit, dan sempat aku melihat perempuan berkalung salib itu menyeringai, persis kaya setan hihihi.. kayanya emang perempuan itu yang gak suka aku sejak awal, karena aku satu-satunya kandidat yang berjilbab tapi punya skill jauh dari kandidat lain, bahkan kalau boleh menyenangkan hati, dia masih perlu belajar lagi untuk ilmu kanuragan.. lohh hehe. Setahuku juga, bule biasanya open minded, dan menghargai skill daripada penampilan. Aku keluar ruangan, dan dua orang staff yang aku sebut tadi, membuntuti ku lalu bilang “mbak maaf ya mbak.. semoga mbak sukses kedepan..”  pesannya ketika itu. 

Aku cuma bisa bilang “Ya mbak terima kasih”  kemudian aku menyalami satu calon lain yang menunggu untuk diinterview, dan aku bilang “Selamat ya, kamu insyallah lolos sambil tersenyum” . Aneh sekali waktu itu kurasakan, kenapa baru dipermasalahkan disaat akhir, padahal surat lamaranku menunjukkan bahwa aku menggunakan jilbab, tes pertama dan kedua aku juga pakai jilbab, bahkan si bule waktu itu gak ada masalah. Kalau bilang simbol-simbol, so kenapa perempuan berkalung salib itu ga papa pake simbol..?? ah mengada-ada saja kesahku. Dalam hati aku cuma bisa bilang.. “Ahh you waste my time Sir!.. It’s Indonesia Mister.. not your country!” seraya menyusuri koridor hotel megah itu.

Jalanku gontai sekali menuju parkir motor, aku kalut kemana lagi harus cari kerja, dan aku menangis sejadi-jadinya diatas motor merah ku. Bukan lantaran keputusanku tetap berjilbab yang aku tangisi, tapi saat itu aku benar-benar sadar dan tunduk bahwa hanya kepada Allah kita akan kembali! Dan tidak ada tempat untuk meminta pertolongan selain kepada Allah!

Motor dan hati kalutku mengajak untuk ke warnet, menuliskan kisah yang baru saja kualami. Kutumpahkan semua keluh dan kisah dalam mailing-list, dalam waktu sepersekian detik, aku mendapat banyak dukungan, nasehat, dan doa dari teman-temanku. Ya guyuran semangat membuat aku sedikit tersenyum lega. Tapi tetap saja kalut dan gundah benar-benar aku rasakan, tabunganku habis, uangku menipis, hidupku miris, nasibku meringis ahhhgg.. belum lagi hari itu pas giliranku beli air galon untuk kos-kosan, apesnya uangku tinggal sepuluh ribu kurang seratus perak sedangkan harga air galon sepuluh ribu! Hmmfff

Bintang Favoritku
Ahh hidup ternyata tak selalu manis Tuhan..! tapi pahit manisnya hidup bukan dilihat dari seberapa banyak uang yang kamu miliki, seberapa tinggi jabatan yang kau dapat, dan seberapa enak makanan yang kau beli, tapi pahit manisnya hidup tergantung dari bagaimana caramu memandang dan menjalani hidup itu sendiri… tetaplah bersyukur dan bersabar pada setiap jalan yang sedang dilewati .. yakin pasti ada jalan keluar!
Tetap yakin bahwa jika kita menolong agama Allah, maka Allah gak akan segan-segan memberikan pertolongan kepada kita.. yang penting kita sudah berusaha.. seperti yang dikatakan seorang bijak Do the Best and Let Allah Do the Rest … ;) sepakaaat…??

Nah itu cerita cerita pengalamanku dengan berjilbab.. :D sampai saat ini Alhamdulillah hidupku indah.. suksess.. teman-temanku banyak.. mau jalan-jalan ke mall hayooo jalan-jalan ke gunung.. mariii (tapi aku di kaki gunungnya aja ya… secara fisik sudah kelebihan berat takut gunungnya meletus kalo aku naik..haaha) dan pssttt aku punya cinta yang maniss juga loh hehehe.. masih takut pake jilbab..?? hehe anyway it’s your choice ;-)

#Ini beberapa tokoh muslim dunia yang juga sukses meski pakai jilbab ..
  
Sarah Joseph Editor Emel Megazine

Yvone Ridley Journalist International

2 comments:

  1. Berjilbab...niatkan hanya karena Allah saja, bukan yang lain, karena sekarang jilbabpun sudah menjadi tren, tren untuk keduniaan.

    ReplyDelete
  2. Iya benar Kang Nur.. matur nuwun atas kritik dan sarannya :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)