Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Thursday, October 25, 2012

Allah is the Great Artist


Pagi ini tepat 9 Dzulhijjah, saatnya wukuf bagi jama’ah Haji tahun ini, dan bagi yang belum diberi “undangan” ke Baitullah, maka ada amalan sunnah yang juga dahsyat pahalanya, puasa sunnah arofah.

Photo Art by : Mr. Firoze Edassery
Pagi ini pula, saya sedang rebahan didepan laptop, membuka file-file lama ditemani Mas Maher Zain, dalam ear plug mengalunkan lagu-lagu damai, membuat saya terbawa pada beberapa kenangan yang silih berganti terpotret dalam benak

Tiba-tiba saya terkenang pada sebuah pertemuan dengan seorang ustad yang boleh dibilang masternya kalligrafi Islam, sekaligus pengajar di sebuah pondok pesantren Kota Jombang. Kala itu saya sedang mengantar teman dari Eropa yang mengadakan research tentang kehidupan umat muslim di negara-negara mayoritas muslim.

Ustad yang sangat bersahaja namun sarat dengan ilmu ini, bernama Atho’illah. Saya mengagumi beliau, dan juga sangat nyaman mendengarkan pitutur ringan berbalut makna mendalam, setiap kali kami berdiskusi dengan beliau. Semoga Allah memberikan tambahan ilmu dan keberkahan atas diri dan keluarganya.

Dalam diskusi ringan itu, saya dan dua orang teman Eropa sangat terkagum-kagum dengan penjelasan, yang mungkin selama ini tidak pernah saya dapat. Bahkan Ustad ini mampu memberikan penjelasan yang sangat mengena, tanpa meninggalkan hukum dasar Islam sebagai acuan sebuah masalah. Pemilihan kata-katanya benar-benar menyesuaikan siapa yang sedang diajak bicara

Waktu itu, teman saya bertanya tentang seni dalam kaligrafi, selama ini yang dia pahami Islam itu sangat keras terhadap hal-hal yang berbau seni, seperti lukisan, gambar, lagu-lagu dan alat musik. Terkait dengan kaligrafi, dia juga menanyakan mengenai sebuah ayat dalam Al Quran, yang menyatakan bahwa dilarang bagi umat Islam untuk merendahkan Al Quran dengan cara menjual ayat-ayatnya.

Photo Art by : Mr. Harry Patriantono
Ustad Atho’illah mengawali diskusi itu dengan sangat-sangat santai, suguhan es teh manis membuat suasana siang itu begitu cair dan segar. Beliau memaparkan bahwa dia menekuni kaligrafi justru karena kecintaanya pada Allah, dalam kaligrafi itu ada beberapa ilmu yang bisa dipelajari, dan hal tersebut tentunya akan semakin membuat kita takjub akan kebesaran Allah.

“Allah is the great artist, He created every single part of this world beautifully, no one can make this beautiful universe, both of what is inside or outside in precisely.. all are so perfect, what we do in this world is imitating only what He made”

Menurutnya, Allah itu adalah Seniman Maha Karya, Allah itu indah dan mencintai keindahan, tidak ada yang mampu menciptakan alam semesta dan apa yang ada dilangit baik diantaranya begitu indah dan sempurna. Manusia hanya mampu mencontoh, bahkan untuk membuat aneka macam warna, manusia mengambilnya dari alam.. lalu siapakah yang menciptakan alam?

Seandainya kita tidak diperbolehkan menikmati seni, entah dari mana mampu mendekatkan diri kita kepada Sang Maha Indah. Bukan berarti kita menghalalkan segala cara dalam berseni, tetap ada hukum-hukum Allah yang harus ditaati.

Ericka's photo
Dengan seni, kita lebih mampu mengenal dan melihat Allah secara jelas dan nyata. Apa yang diciptakan di dunia ini tanpa seni? Semuanya diciptakan dengan seni tingkat tinggi, manusia saja yang kemudian mengklasifikasikan ciptaan Tuhan berdasarkan standar mereka.
Misalnya ketika menilai orang cantik atau tampan, ada standar manusia yang dipakai, cantik itu berkulit putih, bermata binar, dan berbadan langsing. Tampan itu bertubuh tinggi dan kekar, berkulit bersih, bermata elang. Padahal Allah menciptakan seluruh manusia tidak dalam satu standar.

Suatu saat saya pernah naik bis, dan saya pilih tempat duduk paling depan dekat pintu, sengaja saya pilih bis yang masih kosong, agar saya bisa menjadi penumpang pertama. Sambil menunggu penumpang penuh, saya amati wajah orang-orang yang satu persatu naik turun dalam bus.. Pertama saya bertemu dengan seorang pemuda berhidung mancung, kemudian saya bergumam dalam hati.. ini tampan, kemudian muncul lagi penumpang lain, saya perhatikan bentuk wajahnya, memang tidak lebih tampan dibanding orang sebelumnya, tapi lagi-lagi saya bergumam, kita tidak layak mengatakan orang pertama tampan orang kedua kurang tampan, hanya karena hidungnya kurang mancung...

Ericka's photo
Kemudian coba saya perhatikan hidung orang kedua yang sedikit lebar, dengan wajah lebih bulat dan mata sayu, justru disitulah letak Seninya Allah, menciptakan setiap makhluknya dengan sebaik-baik bentuk...tidak ada yang sama satu sama lain, bahkan saudara kembarpun sejatinya berbeda. saya terdiam dan merenung.. bahwa Allah memang benar-benar Dahsyat.. tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan-Nya, kala itu saya telah berjumpa Tuhan dalam Bis dengan mengamati ciptaan-Nya” paparnya gamblang

Arti is Life itself, and Life itself is a piece of Art, begitulah sebuah peribahasa menggambarkan tentang seni dan kehidupan. Bahwa seni adalah kehidupan itu sendiri, dan kehidupan adalah bagian dari sebuah seni, dimana kita berada dalam bagian Seni Sang Maha Karya.

Coba kita bayangkan, jika Allah tidak punya “Sense of Art” yang tinggi entah seperti apa dunia yang kita tinggali, pemandangan yang bagaimanakah yang akan kita lihat. Ketika kita melakukan perjalanan, tidak satupun yang kita lihat dari alam tanpa seni, mulai dari cara daun itu jatuh ke tanah, itu adalah sebuah seni hingga terpancangnya gunung-gunung dan terhamparnya langit biru yang menaungi, bukankah itu semua sebuah seni? Dan disitulah kita melihat Allah, Tuhan kita Tiada sekutu bagi-Nya, dengan sangat jelas dan begitu dekat begitu indah.

Lalu coba kita pikirkan .. kalau dunia yang sedang kita tinggali dan kita lihat setiap hari ini begitu indah dan mempesona.. lalu bagaimana kelak dengan surga yang dijanjikan-Nya? Sungguh tidak seorangpun membayangkan keindahan seni di dalamnya. Tidakkah kita ingin berada di dalamnya?

Semoga di hari Arofah ini, semakin meningkatkan keimanan dan merefleksikan setiap nilai-nilai Islam dalam kehidupan kita. Selamat beribadah haji dan bagi yang belum menerima undangan semoga amalan kita hari ini menjadi tiket ke Mekkah tahun depan 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)