Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Monday, October 1, 2012

mimAmia the 4th Anniversary (18.10.08 – 18.10.12)






Brand of Mine
Mengawali sebuah bisnis yang berjalan secara kesinambungan, bukanlah hal yang rumit untuk dilakukan, bekal ulet, gigih, dan sabar adalah kiat-kiat yang menemani perjalanan dagang saya.

Rasanya memang masih belum pantas untuk menulis pengalaman, tapi saya ingin berbagi cerita, tentang bagaimana saya bergelut dengan usaha ini. Memang sejak kecil, saya sudah terbiasa dengan perdagangan, selain keluarga dari Ayah saya kebanyakan pedagang, saya sendiri paling senang kalau acara bermain diisi dengan permainan jual-jualan.

Meski orang tua saya pedagang murni, tapi entah mengapa mereka lebih senang jika saya menjadi karyawan, atau PNS. Tidak jarang saya disodori info tentang penerimaan CPNS, tetapi selalu saya tolak, karena saya ingin berbisnis. Saat ini saya belum murni menjadi pebisnis (baca pedagang), saya masih half part.. kalau orang lain sering berujar, pekerjaan tetapnya adalah karyawan, dan dagangan adalah pekerjaan sampingan, bagi saya justru kebalikannya.

Jika orang bertanya tentang pekerjaan utama, akan saya jawab saya adalah entrepreneur, yang menyambi jadi sekretaris di perusahaan ekpor – impor Surabaya hehe. Lalu ketika mereka bertanya,
“kenapa tidak fokus di bisnis yang mbak punya..”
 singkat saya jawab.. “Tunggu tanggal mainnya!” :D

Sebenarnya Bulan April 2008 adalah bulan pertama kali saya mendapat e-mail inquiry dari Buyer di Sydney, tapi ternyata dealing dengan pembeli luar negeri tidak segampang yang saya kira, waktu itu belum ada Facebook, yang memudahkan untuk menampilkan produk dagangan dengan bebas dan gratis. Korespondensi antara saya dan buyer untuk menanyakan produk dan harga terjalin hampir lebih dari 2 bulan. Hingga akhirnya bulan Juni 2008 saya menerima order resmi dari Sydney. Dan pada awal bulan Agustus, order kami selesai dan terkirim. Kala itu, nama usaha saya belum mimAmia,

saya masih berpartner dengan seorang teman, saya benar-benar seorang yang moderat .. alias modal dengkul dan urat. (istilah helmi yahya – MODERAT) Kami sempat menerima repeat order dan order dari beberapa buyer di Malaysia, hingga akhirnya ditipu oleh seorang buyer Malaysia, menunggak pembayaran hingga 1 tahun, hal ini menyebabkan kami  berbeda pendapat, berbeda haluan hingga akhirnya bisnis yang kami rintis gugur ditengah jalan.

Produk Ciput Arab 2 Warna
Saya kembali menjadi seorang karyawan, dan sempat ogah dagang lagi, trauma ditipu buyer. Cukup lama saya vakum dari dunia dagang, sekitar 1,5 tahun, saya menyibukkan diri dengan mengajar bahasa Inggris dan organisasi keIslaman, hingga akhirnya saya diterima kerja disebuah perusahaan ekspor impor awal 2010. Dari situ saya iseng lagi jualan kerajinan rotan dan bambu, tapi ternyata peminatnya sedikit, hingga akhirnya saya dagang jilbab.

Saya beli jilbab di pasar grosir, lalu saya jual ke teman-teman di kantor, dan beberapa kenalan, Alhamdulillah laris manis. Kemudian di awal bulan menjelang puasa ramadhan tahun 2010, lagi musimnya daleman jilbab – ciput arab kebetulan juga di pasaran demand-nya melebihi stok yang ada, hampir setiap stand penjual jilbab grosir kehabisan.

Itu merupakan peluang emas, saya coba menghubungi beberapa penjahit yang saya tahu di Surabaya, akhirnya bertemu teman lama satu organisasi, yang juga punya bisnis jilbab. Saya memesan 100 biji ciput arab, langsung ludes di pasaran, tapi karena biaya produksi tinggi, saya mencari penjahit lain di luar kota Surabaya. Ketemu lagi dengan kenalan lama, tapi sayangnya hasil jahitannya dibawah standar, padahal pesanan sudah mulai banyak.

Hingga saya pulang ke Bondowoso, saya ceritakan apa yang sedang saya lakukan kepada orang tua, Alhamdulillah keduanya mendukung, dan mencoba mencarikan penjahit.. memang benar apa kata Ipho Right.. ketika bidadari-bidadari perisai langit mendukung, maka rejeki itu cepat sekali terbuka.. Alhasil ibu saya *bidadari perisai langit bertemu dengan tetangga yang masih saudara sepupu ayah, mau menjadi penjahit dengan harga yang mendukung kompetisi produk.

Produksi berlanjut, saya memberanikan diri pinjam uang teman kantor, sebesar 1 juta rupiah, dengan sistem bagi hasil syariah, Alhamdulillah sukses besar di raih, teman saya geleng-geleng kepala, katanya hasilnya lebih besar daripada dia nabung bertahun-tahun di Bank hehehe.. Tepat di bulan Juni 2011, saya mendapatkan e-mail inquiry dari buyer di Thailand yang ingin memesan 1000 pcs ciput arab dengan berbagai warna.

EMS ke Bangkok Thailand
Sejak saat itu, saya mulai kembali bergairah untuk trading dengan buyer luar negeri. Setelah Thailand datang, beberapa order saya terima dari Singapura, Malaysia, Dubai, Jeddah, dan Melbourne Australia. Saya banyak belajar dari pengalaman-pengalaman terdahulu.

Sedangkan bulan Oktober adalah bulan pertama kali saya melabeli dagangan saya dengan merek mimAmia. Ide ini saya peroleh dari seorang teman di Inggris, yang memiliki page dagangan souvenirnya dengan nama ”Make it Mine” yang disingkat  ”mim”. Kami sering diskusi tentang dunia Islam, dan prospek bisnis di luar negeri. Saya akhirnya juga membuat page, namun bingung apa merek yang ingin saya pakai. Selama ini nama yang dipakai On Line Shop – OL Shop cenderung girly dan islami, saya menginginkan sesuatu yang unik dan mudah diingat.

Nama dagang teman saya itu unik MIM dengan logo thumb print yang sangat simple, saya bertanya kenapa disingkat menjadi MIM, dia hanya menjawab hanya mempermudah diingat pembeli dan tidak ada filosofi khusus. akhirnya saya punya ide menggunakan mim (huruf mim dalam hijaiyah) sebagai nama dagang saya, filosofi huruf mim sangat saya sukai, yaitu sebuah ketundukan pada Sang Khalik

Jadilah merek dagang saya mimAmia, yang mengandung filosofi bahwa apa yang saya lakukan dalam bisnis ini adalah salah satu bentuk pendekatan dan ketundukan saya kepada Tuhan, dengan berbisnis saya ingin memberi lebih banyak manfaat. Dengan berbisnis saya ingin menjadi seperti Khadijah dan Rasulullah, yang membelanjakan hartanya untuk kebaikan di Jalan Allah.. Inshallah.

mimAmia's products
Kepiawaian saya yang baru segelintir ini, tidak lain saya dapat dari seluruh orang baik yang secara sengaja maupun tidak, mengajarkan dan membagi ilmunya kepada saya. Ucapan terima kasih atas ilmu yang saya dapatkan ini, juga ingin saya ucapkan untuk salah satu Bos di kantor awal saya bekerja di Surabaya, boleh dibilang ibu ini memberikan ”primbon”  tentang trading yang tanpa dia sadari menjadi senjata ampuh bagi saya untuk menjajal export – import trading, ilmu ini tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah...

Wowww betapa mahalnya ilmu! Efeknya lebih dahsyat dari segudang harta Qorun. Dan seperti janji Allah orang-orang yang berilmu akan dinaikkan derajatnya, jangan berpikir ilmu hanya didapat dari bangku formal, jangan melihat siapa yang berkata, tapi dengarlah apa yang dikatakan!

Sekarang adalah tahun ke-4 usaha jilbab saya, di tahun ini pula saya telah menjadi supplier tetap untuk buyer dari Prancis, dan sedang mengerjakan proyek shawl tenun untuk buyer dari Inggris (United Kingdom) semoga kedepan saya bisa lebih bermanfaat dan merek dagang saya lebih dikenal. Mohon doa dari teman-teman semua

mimAmia the hijab kingdom ~ produk kualitas ekspor ..harga lokal!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)