Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Friday, October 13, 2017

Akte Kelahiran untuk Pengajuan Visa MVV Spouse Terbaru

Situs IND via screenshoot IND
Mengurus legalisir akte kelahiran adalah hal yang sedikit aneh di Indonesia, karena akte kelahiran diberikan seketika bayi lahir dan berlaku selamanya.

Berbeda dengan Negara Belanda, yang mengharuskan setiap warganya meminta print-out akte kelahiran, setiap kali mereka membutuhkan untuk kebutuhan administrasi.

Warga Belanda tidak perlu menyimpan surat lahir atau akte lahir dirumah, semuanya disimpan oleh pemerintahan daerah setempat, di kota tempat mereka dilahirkan. 

Jika membutuhkan, tinggal datang ke kantor Gementee untuk dicetak, dan berlaku hingga 6 bulan dari tanggal cetak yang tertera.

Nah perbedaan sistem administrasi ini, membuat proses mix married atau pernikahan beda warga negara sedikit ribet. Belum lagi, kita diharuskan mengurus legalisir seluruh dokumen nikah sampai ke tingkat KEMENKUMHAM, KEMENLU, KEMENAG dan Kedutaan Belanda di Jakarta.


Formulir MVV - Sponsor

Pengalaman saya, sebagai istri seorang Warga Negara Belanda, mengharuskan extra sabar dan teliti dalam menjalani seluruh proses, mulai urusan awal pernikahan, legalisir dokumen nikah, hingga tes bahasa Belanda & Integrasi Kemasyarakatan, serta pengajuan MVV (Machtiging tot Voorlopig Verblijf) atau Ijin Tinggal Sementara


Pengajuan MVV adalah syarat mutlak bagi anda, yang ingin tinggal lebih dari 3 bulan di Negeri Belanda, bisa karena menikah dengan WN Belanda, mengikuti suami yang sedang bekerja/ tugas belajar, atau anda sendiri yang akan belajar disana.

Setelah mendapatkan MVV, kita diperbolehkan masuk ke Negara Belanda, dan akan mendapatkan resident permit card, untuk jangka waktu 5 tahun, setelah itu baru mendapatkan permanent resident card, dan dibolehkan berpindah kewarganegaraan, atau tetap menjadi WNI.

Syarat Dokumen Pengajuan MVV


Apa yang saya tulis disini, berdasar pada pengalaman pribadi, dan mohon untuk anda yang sedang memulai pengajuan MVV, sering-seringlah berkunjung ke situs imigrasi Belanda, karena peraturannya sering diperbarui, jadi hati-hati ya!


Lampiran Copy Passport - Lembar Visa

Pertama setelah anda selesai menikah, uruslah legalisir dokumen nikah anda mulai dari tingkat KUA Kabupaten/Kota dimana anda menikah, kalau yang non muslim di catatan sipil, hingga legalisir dokumen di 3 Kementrian yang saya sebut diatas, plus Kedutaan Belanda di Jakarta.

Karena saya tinggal di kota kecil, yang cukup jauh dari Jakarta, saya memutuskan untuk menggunakan jasa agen legalisir dokumen, meski suami sempat khawatir, mengingat waktu saya nikah, pernah ditipu oleh Moddin Kelurahan 

Baca disini ya :  kasus penipuan calo nikah

Saya mencoba meyakinkan suami, bahwa agennya terpercaya InsyaAllah, saya sudah melakukan smart re-search, sebelum memutuskan memilih agen mana, yang akan saya pakai jasanya. 


Legalisir Buku Nikah di Kemenag Jakrat

Alhamdulillah saya sangat terbantu oleh PT. Asahan Jaya Berkah, milik orang asli Padang, bernama bapak Maulana. Memang ada beberapa orang yang menggunakan nama ini.

Setelah saya telusuri, pemilik aslinya adalah bapak Maulana, sedangkan yang lain, adalah mantan karyawan, yang "mengutip" nama perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Harga yang ditawarkan oleh mantan karyawan-nya, tergolonh lebih murah, tapi saya tidak ingin mengambil resiko. Saya lebih memilih membayar dengan harga pantas, dan pelayanan-nya pun pas mantab!

Tahu kan itu dokumen penting semua, kalau sampai hilang, atau pengurusannya lama, duhh cie duo tigo .. semakin peniang kepala ambo he he he ..

Okey sekarang kita lanjut ke dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk pengurusan MVV Belanda.

  1. Isi form pengajuan MVV, ada 2 ya tipenya, anda bisa cek di website IND (De Immigratie- en Naturalisatiedienst). Ada yang pengajuan dari pihak suami di Belanda, ada yang pengajuannya dari Indonesia. Saya mengajukan dari Belanda oleh suami (sponsor)
  2. Lulus Tes Basis Examen A1, disini ya tips lulus ujiannya, ujiannya di Jakarta.
  3. Copy Paspor anda, halaman depan & halaman yang ada stempel visa perjalanan, kalau kosong, copy yang bagian depan saja.
  4. Copy Paspor suami atau Copy ID suami
  5. Copy seluruh dokumen nikah yang sudah dilegalisir, ingat bukan yang asli!
  6. Copy surat kelulusan Basis Examen
  7. Copy Akte Kelahiran yang sudah dilegalisir
  8. Slip Gaji & Kontrak kerja suami, atau jika entrepreneur, sertakan bukti income
  9. Kontrak kerja suami minimal 1 tahun, dan masih berlaku minimal hingga 6 bulan kedepan, pada saat pengajuan MVV
  10. Sertakan bukti foto dari surat cinta, foto pernikahan, foto kunjungan/ketemu, dll sebagai pendukung anda in real relationship dengan suami/pasangan.
  11. Tanda tangani semua dokumen, dan baca ulang jangan sampai ada yang kelewatan!
Duhh ... ribeet kaan, ini baru urusan dokumen loh ...he he he, dipikir enak dan gampang nikah sama bule! semoga yang suka nyinyir tapi kepo jadi insyaf dan taubatan nasuha setelah baca tulisan ini ha ha ha..

Setelah semua dokumen lengkap, kirimkan ke alamat yang tertulis pada form pengajuan MVV, ingat ya... selalu cek dan cek ulang dokumen anda, juga sering-sering tengokin situsnya IND Belanda, karena saya kecolongan .. dan visa saya sempat tertolak!


Legalisir Buku Nikah - Kemenlu. Kemenkumham & Kedutaan Belanda

Hmm sedih kan, karena pengajuan visa ini bayarnya gak murah! Kita harus bayar sebesar Euro 237, setara dengan tiga juta lima ratusan rupiah, untuk kurs saat ini. Kalau ditolak, ya sudah derita loohh .. hu hu hu kejamnya penjajah Belanda .. ehh ha ha ha sekalian memuaskan hati teman-teman yang suka ngatain saya nikah sama penjajah.

Well okay .. lanjut ya, dari persyaratan no 9 dan no 7 itu, yang membuat pengajuan mvv saya sempat ditolak, saya mengisi form pengajuan mvv ketika saya berkunjung ke Amsterdam di bulan Agustus - Oktober tahun 2016.

Lalu saya baru berani tes Bahasa Belanda di pertengahan bulan Mei 2017, setelah dipaksa suami ha ha ha, alhamdulillah lulus dengan nilai memuaskan, meski belajar sistem SKS selama 3 bulan. Pengumuman kelulusan 1,5 bulan terhitung dari tanggal ujian.

Dan kami mengajukan permohonan visa di awal Juli, dikirim via posnl. Ternyata ada perubahan peraturan mvv di Januari 2017, malangnya kami berdua sama-sama tidak tahu. Dan memang, dokumen yang harus disertakan itu agak ambigu.

Sudah browsing kemana-mana, tidak ada yang menyebutkan harus menyertakan akte kelahiran istri, pada pengajuan mvv. Kebanyakan menyebutkan, akte kelahiran dibutuhkan setelah visa di approved, dan sudah berada di Belanda.

Bahkan di situs IND sendiri juga tidak ada keterangan jelas, baik di form pengajuan maupun langkah-langkahnya, tentang akte kelahiran istri.

Truss .. dipertengahan bulan Agustus, tiba-tiba suami mendapat surat penolakan dari pihak IND, dengan alasan tidak menyertakan akte kelahiran dan juga butuh memperbarui format kontrak kerja.


Kutipan Akte Kelahiran

Dalam surat yang panjangnya sampai 4 lembar itu, suami disarankan untuk menghubungi contact person, yang menangani proses permohonan kami, melalui nomor telepon yang tertera.

Eh ingat ya .. imigrasi Belanda beda sama imigrasi Indonesia, ya jelass lah hi hi hi, maksud saya, meski mereka menuliskan kontak telepon di websitenya, sumpaaah deh .. sampe elek juga nggak bakalan ada yang ngangkat

Jadi percuma nanya kapan selesai, sampai dimana prosesnya, berapa lama prosesnya, tidak akan dilayani, hal itu sudah menjadi kewenangan IND, kita cuma bisa berdoa dan H2C ..alias harap harap cemas.

Akhirnya suami menghubungi orang tersebut, petugasnya memberi arahan dan nasehat, langkah apa yang harus dilakukan. Kami disarankan untuk mengurus permohonan visa ulang, artinya bayar lagi!

Karena kalau membuat surat sanggahan maka akan lebih lama lagi prosesnya!
Yaahh baeklah Meneer .. kami manut wae, yang penting visa segera keluar, dan segera kumpul keluarga di Amsterdam, aamiin .. hikss.

Sekarang saya sedang menunggu proses pengajuan visa ke-2, semoga lolos dan segera approved InsyaAllah... nanti saya update ya!

Mengurus Akte Kelahiran di Dispenduk 


Nah .. pengalaman ini lebih seru lagi, karena saya sempat otot-ototan sama petugas dispenduk Bondowoso.

Saya membaca dari beberapa artikel, bahkan dari situs dinas kependudukan pusat, bahwa kita diperbolehkan mengajukan cetak kutipan akte lahir.

Di Jakarta, hal ini sudah sangat lumrah meminta kutipan akte lahir untuk keperluan visa, pada dinas kependudukan masing-masing wilayah.

Tapi anehnya .. tidak semua instansi, khususnya di daerah yang paham akan aturan ini. Mereka ngengkel dan ngeyel alias ngotot kalau gak bisa, dan itu mustahil, karena akte dikeluarkan sekali seumur hidup!

Duhh saya sempat panas waktu itu, sebab memang gak ada AC ha ha ha. Akhirnya saya pulang, saya cari info lebih banyak. Tahu gak sih .. ada UU-nya looooh tentang permohonan kutipan akta lahir!

Geram .. saya balik lagi ke kantor dispenduk Bondowoso, udah gitu kepala bidang divisinya rada songong dan tidak kooperatif, ya sudah saya tunjukkan hasil print UU,eh dia balik ngotot, malah tersinggung dan menunjukkan buku Juklak tentang penerbitan kutipan Akte.

Memang di Juklak, penerbitan kutipan akte lahir boleh dilakukan, jika akte hilang dan atau rusak, tidak disebutkan untuk visa. Laah kalau di UU setiap warga negara boleh meminta kutipan akte, untuk keperluan tertentu. Trus UU sama Juklak tinggian mana?

Hmm.. akhirnya setelah adu argumen, sampai-sampai ruangan itu rame ha ha ha.. #pantangnyerah .. dan si bapak itu keceplosan ngomong gini : 

"Kalau sampean tadi bilang .... akte saya hilang pak, sudah ga perlu banyak bicara... pasti langsung saya layani"

Naahhh kesempatan!!! saya ambil peluru panas itu, dan saya tembakkan balik ke si bapak! Saya menggaris bawahi pernyataan kepala divisi tersebut, kalau akte lahir saya hilang, dia mau mengeluarkan kutipannya.

Wajahnya sedikit berubah mereda, dan mulai ketakutan karena saya menegaskan pernyataannya, dia takut kali saya ini wartawan atau orang LSM ha ha ha.. #mantanteroris pak hi hi hi.

Okeyyy .. apa sih yang gak bisa diakali di Indonesia?! Bukannya kita mau niat jahat, tapi hal yang mudah kenapa selalu dipersulit .. Oh Indonesia .. bersabarlah.

Akhirnya saya langsung meluncur ke Polsek Kota Bondowoso, untuk minta surat keterangan hilang, hari itu juga. Saya copy dan balik lagi ke Dispenduk Bondowoso, ha ha ha menyeringai bahagia


Legalisir Akte di Kemenkumham, Kemenlu & Kedutan Belanda

Rupanya si bapak tadi sudah check out, padahal..masih juga belum jam pulang kantor.. huhh dasar! Saya dibantu oleh petugas lain, yang menangani divisi akte kelahiran. Dokumen pengajuan kutipan akte kelahiran saya sertakan dalam satu map.

Butuh fotokopi semua dokumen penunjang, seperti ijazah mulai SD - SMA - Kuliah, Surat Nikah orang tua, KTP orang tua, KTP kita, dan copy akte kelahiran ya.

Akhirnya dalam waktu satu minggu, kutipan akte kelahiran saya jadi .. yess alhamdulillah. Segera saya kirimkan ke Jakarta, untuk dilegalisir di 3 kementrian dan kedutaan Belanda lagi!

Hmm .. semoga pengalaman ini bermanfaat untuk anda yang sedang berproses mengurus visa ke Belanda ya.

21 comments:

  1. Wah ribet dan biaya besar ya... lucu baca komentar teman2nya menikah dengan penajajh belanda, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ya begitulah teman-teman, nikah salah ga nikah tambah salah hi hi, iya bener mas ribet dan biayanya juga besar. terima kasih ya sudah berkunjung

      Delete
  2. Haiisshhhh aku sakit kepala bayangin ribetnya mbaaa -_- .. Birokrasi di kita blm standard gitu ya antara 1 kota ama yg lain. Bikin sebel dan emosi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe harus super sabar mbak :) semoga kedepan Indonesia semakin baik ya

      Delete
  3. Terima kasih buat sharing-nya, mbak. Informatif dan komprehensif untuk yang membutuhkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mbak Edwina :) terima kasih juga sudah berkunjung ya

      Delete
  4. Boleh tau nmr yg bisa dihubungin utk PT Asahan Jaya Berkah yg asli? Trm kasih bantuannya sy mau apply visa soalnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sila tuliskan e-mail anda, dan nama anda supaya lebih nyaman berkomunikasinya, thanks

      Delete
    2. Dgn Ema, emalicious@ymail.com.. terimakasih mba

      Delete
  5. Aku mau sharing pengalaman juga nih. Aku malah dapet masalah, ngelaminating akte 😂 pdhal udah mau dilegalisir waktu itu. Akhirnya dengan segala cara, kebuka juga laminatingnya. Tapi ya gitu, akte lahirku jadi rusak dikit. Mau mnta baru, dispenduk lumajang gak mau ngasih dengan alasan aktenya masih bisa dibaca. Trus, suamiku datang ke IND dan tanya apa akte yg sedikit rusak bisa diterima. Trus pihak IND bilang, bisa asal disertai nota yg menejlaskan kenapa aktenya bisa rusak. Akhirnya semua beres dan sekarang tinggal nunggu YES.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duuh iya mbaak prosesnya bikin garuk-garuk tembok ha ha ha, sama dong kita ya mbak, mudah-mudahan hasilnya positif dan segera berangkat kumpul keluarga :) sampai ketemu disana ya mbak Laras .. dan terima kasih sudah berkunjung kesini

      Delete
  6. Waduh mba... jadi galau saia ha ha. Saat ini lagi menunggu hasil MVV, daaaan ... karena tidak ada persyaratan menyertakan akta kelahiran, saya juga tidak menyertakan akta kelahiran. Siap-siap ulang lagi deh -_-
    Padahal saya sempat ngotot-ngototan sama pacar saya, mending nunggu akta kelahiran saya dulu... daripada nanti ternyata butuh. Yah tapi doi bersikeras, engga ada persyaratannya di IND. Hmm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm iya Mae, tapi mudah2an ga sampai ditolak, bisa saja dihubungi untuk disuruh melengkapi dokumen yang kurang, berdoa sajalah mudah2an ada keajaiban ya :) mari kita sama2 sabar menunggu visa he he he

      Delete
    2. Tambahan info mba, buat update hasil pengajuan visa saya... 4 minggu persis setelah visa diajukan, hasilnya keluar (positif), tanpa diminta akta kelahiran. Kita mengajukannya langsung ke IND Belanda, jadi bukan lewat kedutaan di Jakarta.

      Delete
    3. Waaah senangnya Mae udah dapat info positif duluan, dan iya itu aturannya gak jelas, dan ga tau kenapa mereka suka pilah pilih. Hmm ya sudahlah saya kembali sabar menunggu he he he

      Delete
    4. Lho... Ericka hasilnya belum keluar juga? Padahal kayaknya lebih duluan Ericka yang ngajuin ya... waktunya bisa beda-beda gitu... jangankan waktu, persyaratan dokumennya juga bisa engga konsisten begitu...

      kalau sudah melebihi tiga bulan saya dengar bisa minta IND bayar kompensasi per bulan lho mba. Yah saya doakan yang terbaik aja. Semangat ya mba!

      Delete
    5. Bukan 3 bulan sepertinya, karena maksimal waktu tunggu itu kurang lebih 6 bulan untuk visa MVV. Iya nih giliran saya yang deg2an, dan sore ini suami coba tanya ke IND desk perihal perbedaan aturan yang terjadi, ternyata tiap officer beda jawabnya, dan memang Birth Certificate hanya diperlukan u/gemente .. duhh gimana sih ini .. mabok kali orangnya yang pertama hihihi.. makasih ya Mae, semoga urusan dan penerbangannya lancar, sampai ketemu disana

      Delete
  7. Bermnafaat banget nih buat gua, soalnya belum pernah ngajuin visa...

    ReplyDelete
  8. halo mbak, boleh minta contact agency yang mbak pake. email aku di giselle.lenny.88@gmail.com
    makasih y mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Giselle,
      sudah aku kirim ya info alamat dan kontak personnya :) semoga membantu and good luck

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)