Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Sunday, November 19, 2017

Masjid Masa Kini Tempat Mengaji atau Wisata Religi

Masjid Roudhotul Muchlisin - Jember

Sudah menjadi gambaran umum bahwa istilah wisata religi lebih dahulu ditujukan kepada para jamaah khususnya ahli sunnah wal jamaah yang rajin mengunjungi makam-makam para wali.

Entah sejak kapan istilah wisata religi kini bergeser pada kegiatan yang tak hanya "ziarah makam" tapi juga mengunjungi masjid-masjid yang memiliki bangunan arsitektur megah baik di dalam maupun luar negeri.

Indonesia yang notabene hampir sembilan puluh persen penduduknya muslim dan memiliki ribuan atau bahkan puluhan ribu masjid di seluruh penjuru negeri, menjadikan wisata religi tumbuh makmur disini.

Pilar Megah Masjid Roudhotul Muchlisin Jember

Dampaknya banyak agen tour & travel menawarkan paket-paket wisata mengunjungi masjid yang dinilai unik hingga megah pada kelompok-kelompok pengajian dan ibu-ibu PKK di berbagai kampung. 

Selain itu ta'mir masjid juga berlomba-lomba menggalang dana dari jamaahnya untuk memugar masjid yang nampak kusam agar menjadi bangunan yang mewah bak istana meniru gaya arsitektur masjid di Turki, Persia dan Timur Tengah.

Pilar Bagian Dalam Masjid dari Lantai 2

Tak jarang kita temui pos-pos amal untuk pembangunan masjid, khususnya sepanjang jalan daerah tapal kuda (Probolinggo - Karesidenan Besuki), yang "beroperasi" meminta sedekah dari pengguna jalan raya demi terwujudnya pembangunan masjid meski sudah dilarang pemerintah.

Tujuannya tak lain adalah menarik orang-orang untuk giat pergi ke masjid juga sebagai tanda menaati ayat Allah tentang "memakmurkan masjid" seperti yang termaktub pada Surat At Taubah Ayat 18.

"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” 

Ironisnya kegiatan "memakmurkan masjid" hanya sampai pada kegiatan fisiknya saja, dari 100% masjid yang dibangun di Indonesia kurang dari 5% yang masjidnya semarak siang dan malam dengan berbagai kegiatan kerohanian. Masjid hanya ramai dikunjungi jamaahnya ketika hari-hari tertentu saja dan pada bulan suci Ramadhan, itupun hanya diawal dan akhir Ramadhan.

Mojok di Pojokan Masjid

Sungguh sangat disayangkan ketika Indonesia sangat ramah pada pembangunan masjid dimana-mana, tapi tidak dibarengi bertumbuhnya kegiatan masyarakat yang "memakmurkan ruhiyah" dalam rangka menyatukan ummat  serta sebagai pusat perbaikan akhlak (baca : revolusi mental).

Masjid di Indonesia justru menjadi alat baru untuk "memecah belah umat" karena perbedaan aliran dan pemahaman yang berbeda-beda tentang Islam itu sendiri. Jika tidak sama alirannya nggak boleh sembahyang di masjid ini, nggak mau menjadi makmum kepada imam yang berbeda komunitas, bahkan parahnya lagi masjid menjadi tempat kampanye politik terselubung.


Nah dimanakah peran pemerintah Indonesia melalui departemen agama seharusnya,. dalam menghadapi issue tentang pembangunan masjid dewasa ini? Adakah aturan yang jelas tentang pembangunan masjid di sebuah kampung, kecamatan, kabupaten hingga ibu kota?


Bukan berarti pemerintah lantas membatasi pembangunan masjid di Indonesia seperti halnya kasus yang terjadi di Negara Prancis baru-baru ini. Sebuah masjid dialih-fungsikan menjadi perpustakaan oleh pemerintah setempat sehingga warga muslim di kota itu kesulitan untuk melaksanakan ibadah, bahkan ijin untuk membuat masjid baru semakin dipersulit. 

Akhirnya mereka sholat Jumat berjamaah di jalan raya karena tidak mempunyai masjid, anehnya di Indonesia terjadi sebaliknya, banyak masjid tapi sholat jumat malah di jalan raya .. ehh jilid berapa tuh ..? :p

Fungsi Masjid dan Wisata Religi

Masjid menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bangunan tempat beribadah bagi umat beragama Islam. Masjid merupakan kata serapan dari Bahasa Arab yang akar katanya berasal dari sajada bermakna tunduk dan patuh serta taat, masjid atau masjada memiliki arti sebagai tempat bersujud.

Megahnya Masjid Roudhotul Muchlisin Jember

Merujuk pada arti kata tersebut tentunya hal-hal yang berkaitan dengan masjid secara otomatis berkaitan dengan Tuhan, karena hanya kepada Allah saja kita tunduk dan patuh, dan satu-satunya Dzat yang berhak kita sembah adalah Allah dengan cara sujud, yaitu posisi menempelkan dahi, dua telapak tangan, dua lutut dan seluruh jari-jari kaki pada lantai/tanah.

Lalu bagaimana dengan "wisata religi" yang mengunjungi masjid? Apa sebenarnya tujuan mengunjungi masjid terutama masjid dengan arsitektur megah, unik, dan indah? dan mungkin pertanyaan ini juga perlu saya tujukan pada diri sendiri, karena seringnya ke Masjid untuk -maaf- numpang pipis, istirahat klesetan ketika berkendara, berteduh dari hujan, atau mungkin numpang ganti baju di kamar mandi masjid.

Ruang Wudhu Perempuan

Contohnya ketika saya berkendara ke Jember beberapa waktu lalu, saya berhenti sejenak di masjid Roudhotul Muchlisin yang berada di sisi kanan Jalan Raya Gajah Mada no 180, Kaliwates ini kalau dari arah Kota Jember.

Sudah lama saya melihat bangunan yang sedang dipugar megah ini, tapi baru kali itu saya akhirnya memutuskan berhenti sejenak karena ingin melihat "isi masjid" sekalian sholat dzuhur sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Tawang Alun.

Jejeran Motor Pengunjung Masjid

Beritanya masjid ini dulu tidak semegah sekarang, sejak 2014 masjid ini mulai dipugar dengan gaya arsitektur yang condong meniru masjid Turki - Maroko. Masjid ini dibangun di lahan seluas kurang labih 2.000 meter persegi dan kabarnya nanti akan mempunyai 3 lantai dilengkapi dengan perpustakaan juga penginapan bagi musaffir yang kebetulan lewat Kota Jember.

Ketika saya berkunjung masih tampak beberapa pekerja bangunan yang bekerja menyelesaikan proyek di beberapa sisi masjid. Lokasi parkir yang luas dan foodcourt dengan aneka pilihan makanan menjadikan masjid ini layaknya one stop "praying" center di Kota Jember.

Food Court yang masih tutup

Saya dibuat takjub bukan hanya oleh bangunan utama masjid ini tapi juga tempat wudhunya yang menurut saya tergolong mewah, karena semua kamar mandinya menggunakan closet duduk dan ada cermin besar di balik pintunya. 

Ruang wudhu yang bersih, luas  juga banyak kran air yang bisa digunakan, bahkan lantainya juga bersih sampai-sampai bisa dipakai sholat juga, cermin besar dipasang pada dinding sebelum pintu keluar, untuk memudahkan jamaah perempuan memasang hijab atau merapikan pakaiannya .. coba bayangkan .. perempuan mana yang tidak akan bersuka cita ketika bertemu cermin?

Tempat Wudhu Perempuan

Selain itu  juga tersedia loker gratis untuk menyimpan barang-barang ketika hendak berwudhu, airnya bersih dan segar mengalir dengan lancar, tapi semoga yang menggunakan air tidak berlebihan dan ada proses daur ulang air wudhu di masjid ini .. semoga!

Closet Duduk disetiap kamar mandi

Selepas berpuas hati menyegarkan wajah dengan air wudhu saya bergegas menuju masjid, sudah banyak orang yang juga menunaikan sholat dzuhur tapi tidak sedikit yang hanya duduk-duduk berfoto ria kemudian mengunggahnya di media sosial sebagai bukti "I was here"

Penampakan :D di kamar mandi

Saya juga melihat ibu-ibu yang sedang asyik ngobrol dengan suara yang cukup terdengar dari pojok masjid sembari klesetan melepas lelah. Langsung saya ambil mukenah dan melaksanakan sholat dzuhur tanpa tahiyyatul masjid bahkan lupa membaca doa masuk masjid, entah tadi kaki mana dulu ya yang saya langkahkan, saya lupa adab memasuki masjid karena terpesona keindahan masjid yang begitu wow!

Shaft Perempuan yang Sepi, ramenya di shaft belakang :D

Selepas salam dan doa ala kadarnya segera saya menuju lantai dua dan melihat-lihat suasana masjid karena penasaran. Dari lantai dua nampak jelas bangunan ini begitu megah dengan ukiran lafadz al quran yang mengitari pilar-pilarnya. Plafon yang tinggi menjadikan masjid ini sejuk tanpa AC, dari jendela-jendela besarnya kita bisa melihat pemandangan Kota Jember yang sedang tertutup awan mendung di sebelah timur.

Lagi-lagi saya temukan beberapa orang, kali ini jamaah laki-laki, yang tertidur pulas di pojok masjid lantai dua ini. Tidurnya angkler (nyenyak) sekali tanpa ada rasa khawatir atau sungkan sedikitpun pada yang punya rumah, seolah sedang tidur di kamar hotel bintang lima.

Angkler Balapan Ngorok di Masjid

Hmm sebelum saya meninggalkan masjid nampak di serambi masjid seorang ibu yang dengan santainya ngglethak (rebahan) bersama bayinya yang sedang menyusu disambi asyik bermain handphone tanpa selimut atau kain yang menutupi bagian payudaranya. 

Duh Gusti .. jika menyusui adalah bentuk lain dari ibadah kepada Mu, maka ampunilah kami yang terlalu gampang menilai orang lain hanya karena perangainya, tapi apakah pantas melakukan itu di Rumah-Mu yang seharusnya suci dari hadas, suci dari niatan, dan suci dari perbuatan?

Seharusnya pihak ta'mir masjid juga memikirkan untuk membangun ruang nursery khusus bagi ibu-ibu yang ingin mengganti popok atau menyusui bayinya dengan aman dan nyaman.

Ngglethak dan Menyusui di Masjid

Akhirnya saya meninggalkan masjid dengan banyak pertanyaan dalam hati, apakah masih perlu membangun masjid yang megah dan indah akan tetapi kehilangan esensi dari fungsi masjid itu sendiri? atau apakah masih perlu wisata religi mengunjungi masjid-masjid megah hanya untuk sekedar ber-selfie ria kemudian pamer di sosial media? 

Sampai di parkiran motor ada satu lagi pertanyaan yang meloncat-loncat di kepala saya "apakah memang perlu membangun masjid seindah mungkin agar minimal ada yang datang untuk sekedar melihat meski tidah untuk sholat?"

Bagaimana menurut anda?

Referensi Tulisan :
http://www.referensimakalah.com/2012/09/pengertian-masjid-etimologi-dan-semiotik.html
https://almanhaj.or.id/2524-pengertian-masjid.html


27 comments:

  1. tapi sekarang sudah Alhamdulillah lho ada kegiatan mengajak subuh berjamaah

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, masjid kompleksku cukup meriah buat salat jamaah..semoga bisa tadarus bareng..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senangnya mbak kalau tinggal dekat masjid yang ramai aktivitas :)

      Delete
  3. sesekali ajunan harus touring melalui wilayah selatan Jawa--Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Wonogiri, Gunung Kidul, Bantul, Kebumen, Purworedjo, Banyumas, Cilacap, dll--karena akan ada banyak perbedaan dalam memaknai masjid secara kultur budaya dan social masyarakat

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah hal yang menarik untuk dilakukan, semoga punya kesempatan untuk keliling Jawa seperti sampean ha ha ha tapi saya naik mobil saya atau kereta lah xixixi kalau jalan kaki takut aspalnya rusak semua nanti

      Delete
  4. Replies
    1. iya mbak megah sekali bangunannya dan adem he he he

      Delete
  5. Kan memang sudah diterangkan mba, manusia zaman akhir akan semangat untuk selalu membangun bangunan, semakin tinggi dan Semakin megah.
    Dalm konteks ibadah di masjid, saya hanya beropini ini sebagai bentuk mundurnya iman kepada Allah SWT.
    Manusia sudah cinta kepada dunia, membangun masjid megah, saat waktu sholat tiba hanya beberapa shaf saja yg terisi.
    Saya pun banyak menjumpai hal seperti ini mba.
    Semoga allah swt memberi hidayah kepada umat zaman akhir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiin Allahumma Aamiin, semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat syafaat Rasulullah.

      Delete
  6. kadang suka ngerasa sayang ya mesjid udah megah seperti itu tapi perilaku pemakainya yang kurang indah dipandang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu lah mbak perlu kesadaran dari diri sendiri untuk merubah sikap

      Delete
  7. Aku jg kdg sedih mba liat fungsi mesjid skr ini kok ya utk ceramah politik terselubung. Itu mesjid deket rumahku, pas pilkada, pilgub, ya ampuuun ustadnya ceramah sampe teriak2 dan kedengeran ke semua rumah di sekitar. Isinya makian, rasis, sedih lah.. Kenapa jd gitu fungsi mesjid. G lg terasa adem.

    Dr pengalamanku jalan2, aku jg suka mendatangi mesjid ato bahkan tempat ibadah agama lain. Buatku ga ptg mesjid dibangun megah, tp kalo yg dtg hanya utk selfie :( . Dulu pas msh tinggal di aceh, aku seneng ama mesjid di komplek rumahku. Besar, tp adem, dan sring ada kegiatan keagamaan. Pas sholat disanapun, berasaaa bisa khusyuk. Apalagi ustad dan imam mesjidnya baiiik banget. Dgr mereka ngomong lgs nyeeesss ini hati..

    ReplyDelete
  8. Mungkin beberapa masjid masih menjalankan ibadah tadarusan, sholat jamaah dengan tetap memperindah bangunan masjid. Masijd juga perlu berbenah, selain menyamankan jamaah juga menarik jamaah untuk singgah dan beribadah di masjid tersebut. Saya pribadi saat dalam perjalanan, lebih memilih masjid yang bersih dan tersedia sara yang lengkap, termasuk toiletnya bersih.

    Bangunan masjid sekarang banyak yang indah-indah, megah dan bersih, jadi tiap beberapa kilometer pasti ditemui Masjid, Apalagi saat saya mudik kemarin melewati kota Majalengka ke arah Ciamis, banyak sekali bangunan masjid yang sedang dipugar. Tentunya bangunan masjid yang megah harus diberi aturan yang jelas juga ya, tidak boleh tidur di dalam masjid, dan lain-lain yang nantinya mengganggu orang yang akan beribadah. Duh miris sekali ya, nah, bisa jadi tuh, diberi ruang laktasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu perlu dipertimbangkan juga ya mbak, karena sekarang di mall sudah banyak ruang laktasi bagi ibu2 menyusui

      Delete
  9. Masyaallah, megah banget masjidnya.
    semoga yg ibadah juga banyak ya..

    ReplyDelete
  10. untuk sebagian orang emang hanya untu kmenjadi ajang selfie doank, sangat disayangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas betul itu :) terima kasih sudah berkunjung

      Delete
    2. Tapi ada baiknya juga mungkin bertahap, mereka sudah mulai tertarik dgn mesjid, walau hanya sebagai ympat wisata tapi itu lebih bagus apalagi bagi anak untuk pendidikan pengenalan agama bagi mereka...

      Delete
  11. Assalamualaikum,

    Hadir ikut menikmati suasana mesjid dengan arsitektur yang menawan ..
    Masyaallah. Pilihan warnanya berkesan hangat.

    Ibu yang rebahan itu mungkin merasa saking nyamannya di mesjid ..hehehe.

    Kami yang tinggal di Saudi Arabia sudah terbiasa dengan pemandangan para jamaah yang memakmurkan mesjid. Menjelang waktu sholat / adzan tiba, aktivitas sudah dihentikan : kantor, pasar, toko, mall ...dll tutup. Begitu adzan berkumandang bergegas memenuhi mesjid-mesjid.

    Ayooo mbak lanjut jalan2nya lagi. Saya ngikuuuut ...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. senangnya ya mbak bisa menikmati suasana masjid di Saudi :)

      Delete
  12. Blog keren gini mah kudu ana follow .... done !

    ReplyDelete
  13. tempat ibadah sekaligus wisata religi :))
    meskipun niatnya untuk wisata religi, entah di masjid itu menawarkan banyak kelebihan atau kemewahan, tapi harus menyemarakkan masjid untuk beribadah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mbak :) makna masjid sedikit bergeser he he he

      Delete
  14. Beruntunglah yang di Indonesia, wanita boleh menggunakan masjid. Saya tinggal di Gujarat masjid-masjid memang megah bahkan ada AC nya meskipun masjid town, tapi sayang hanya diperkenankan laki-laki saja yang menggunakan. Lumayan penuh masjid-masjid di sini tiap waktu salat tiba.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)