Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Responsive Ads Here

Monday, December 25, 2017

Mengolah Sampah di Belanda


Hal kecil tapi penting untuk dilakukan dalam hidup bermasyarakat adalah mengolah sampah karena akan berdampak langsung pada kelangsungan hidup manusia dan lingkungannya.

Ketika saya pertama kali berkunjung ke Belanda tahun 2016 lalu, sedikit rieweuh dengan banyaknya aturan dari ibu mertua ketika menginap dirumahnya. Hmm dimana-mana ya namanya ibu itu pasti cerewet ha ha ha .. termasuk saya.

Well aturan keras dari ibu mertua adalah tentang membuang sampah, karena di Kota Almere dan bahkan seluruh kota di Negeri Belanda juga menerapkan hal yang sama untuk mengatur sampah-sampah agar bisa didaur ulang dengan baik.

Ada tiga jenis sampah yang dibedakan yaitu sampah plastik, sampah kertas, dan sampah rumah tangga atau makanan. Jadi setiap orang bertanggung jawab akan sampahnya, sebelum membuang ke tempat sampah harus dicek dulu kemana harus dibuang.



Setiap rumah tangga diwajibkan punya tiga tong sampah besar yang diletakkan di depan rumah mereka. Kalau kita salah atau justru mencampur sampah-sampah tersebut maka dari pihak gemente (PEMDA nya Belanda) akan memberikan surat teguran sekaligus denda yang harus dibayar karena kelalaian kita.

Bak sampah besar disediakan oleh pemerintah setempat dan akan dipungut setiap seminggu atau 3 hari sekali (saya kurang paham betul). Bak sampah tersebut semuanya berwarna sama dan sudah memiliki nomer sesuai nomor rumah pemiliknya. Pemilik rumah berkewajiban mendorong bak sampah diujung jalan lalu petugas dengan mobil kebersihan akan mengangkut sampahnya, setelah itu kita ambil lagi baknya.


Hmm betapa nyamannya di Indonesia ya .. sudah ada tukang sampah keliling yang mengangkut dan membersihkan tong sampah di depan rumah, tapi masih saja ada yang suka buang sampah sembarangan.

Tapi di kota-kota tertentu seperti Surabaya sudah lebih tertata dan tertib dalam membuang sampah. Pihak Kota Surabaya juga telah membedakan antara sampah organik dan non organik, bahkan mereka juga punya tong khusus untuk pengolahan sampah menjadi pupuk organik sejak tahun 2000-an mungkin ya.

Bak Sampah

Semoga konsep pengolahan sampah dan kebiasaan buang sampah pada tempatnya bisa ditiru dan diajarkan sejak kecil ya baik di Indonesia maupun dimana kita berada. Karena permasalahan sampah bukanlah hal sepele!

Kalau di tanya apakah di Belanda benar-benar bersih? Jujur saja saya bilang tidak! Menurut saya Singapura jauh lebih bersih daripada Belanda, jika kita jalan-jalan ke Amsterdam maupun dikota tempat saya tinggal masih dijumpai sampah-sampah di pinggir jalan baik itu kaleng bir dan minuman soda maupun permen karet hingga kotoran anjing.

Pemandangan itu akan sangat susah ditemui jika anda jalan-jalan ke Singapura! Rasanya di negeri itu jalannya bisa dipakai untuk tiduran dan klesetan ha ha ha, selain kesadaran masyarakatnya juga aturan ketat plus denda yang cukup tinggi! 

Tempat Sampah Umum

Di Singapura .. hewan piaraan tidak boleh kencing / buang hajat sembarangan, pemiliknya berkewajiban memungut kotoran anjingnya dan membawa pulang. Dan parahnya lagi anjing ketika dibawa keluar rumah juga nggak boleh njenggong .. kalau nggak bakalan kena denda!

Wooopss ... beberapa orang berkomentar Singapura tidak humanis ha ha ha .. but that's the rule you have to follow! 

Foto diambil pas lagi summer 2016


2 comments:

  1. Penduduk kita banyak dan wilayah jg cukup luas, jadi agak susah mengaturnya. Pemilahan sampah udah sih, tapi ya itu, kembali ke problem utamanya �� Thanks for sharing ��

    ReplyDelete
  2. Di tempat2 umum di indonesia sudah menyediakan 3 jenis bak sampah. Hanya saja edukasi kpd masyarakat masih kurng. Jadi sampahnya masih campur2. 😁

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)