Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Tuesday, December 5, 2017

Naik Mini Garuda Indonesia dari Bandara Notohadinegoro


Kemacetan lalu lintas jalur pantura akibat cuaca buruk dan abu Gunung Agung di Bali beberapa waktu lalu membuat penerbangan Jember - Surabaya - Jakarta menjadi alternatif transportasi masa kini.

Perjalanan darat yang biasanya memakan waktu 4-5 jam dari Bondowoso ke Surabaya menjadi 8 jam sendiri karena banjir di kawasan Porong. Kemacetan sepanjang 45 kilometer itu membuat saya terjebak dalam bis antar kota Surabaya - Jember berjam-jam sambil menahan kebelet pipis meski akhirnya pecah juga hi hi hi .. ngompol di bis .. *aib (ceritanya nanti ya ..)


Pemandangan Gumuk (Gundukan Gunung Kecil) yang khas dari Bandara Jember

Nah akibat pengalaman pipis di bis .. eh macet gila-gilaan akhirnya jadi pingin nulis pengalaman naik pesawat kecil Garuda Indonesia tipe ATR72-600 dari Bandara Notohadinegoro Jember menuju Soekarno Hatta Cengkareng pas waktu saya ikut ujian Inburgering Examen di Kedutaan Belanda Jakarta

Trus apa kaitannya antara pipis di bis dan naik pesawat Garuda Indonesia? he he he. Kaitannya adalah menghemat waktu perjalanan yang tadinya harus ditempuh 18 jam lebih jika menggunakan jalur darat, dengan pesawat jarak Jember - Jakarta ditempuh hanya dalam 2-3 jam itupun karena transit dulu di Surabaya.

Pengalaman naik mini Garuda dari bandara Jember adalah pengalaman pertama saya dengan pesawat kecil. Saya mendapatkan harga promo dari salah satu situs tiketing sebesar IDR 750,000 untuk one way Jember - Jakarta via Surabaya. 

Hitung-hitung lebih murah ketimbang saya harus ke Surabaya dulu selain biaya mobil travel juga penginapan jika harus ngejar flight pagi. Akhirnya saya pesan satu tiket Jember - Jakarta sedangkan pulangnya saya ambil penerbangan Jakarta - Surabaya saja dilanjut naik kereta malam Sidoarjo - Jember, sebab untuk yang dari Jakarta tidak ada yang direct ke Jember dalam satu hari, penerbangan lanjutan Surabaya - Jember hanya ada pada hari berikutnya.
Bandara Jember dari Pesawat Garuda ATR72-600

Waktu itu hanya ada 1x penerbangan di Bandara Notohadinegoro, sekarang sudah ada 3 maskapai yang memberikan layanan penerbangan Jember - Jakarta yaitu Garuda Indonesia, Batik Air dan Lion Air (satu perusahaan Wings Air), semuanya penerbangan pagi mulai jam 9.30 sampai jam 11.00 pagi.

Menuju Bandara Notohadinegoro dari Bondowoso agak sedikit ribet kalau kita bawa koper besar sebab tidak ada layanan taxi dari kota saya, untungnya saya ada kenalan supir travel Surabaya yang mau mengantar dari Bondowoso - Jember dengan biaya 150,000 rupiah. 

Tapi jika anda tidak membawa koper, anda bisa menggunakan angkutan umum kemudian pesan gojek yang sekarang sudah mulai beroperasi di Jember. Kalau anda punya langganan supir taxi Jember, mereka juga mau kok disuruh jemput ke Bondowoso menuju Bandara dengan harga yang sama dengan travel yang saya tumpangi.


Cabin Pesawat 70 Kursi
Ternyata jarak bandara dari Kota Jember lumayan jauh, saya butuh waktu 1,5 jam-an untuk sampai dari Bondowoso. Jalannya juga masih belum terfasilitasi sempurna, kita akan melewati jalanan sempit yang dikelilingi kebun tebu dan ladang jagung milik masyarakat sekitar.

Rambu-rambunya pun masih kurang banyak tapi untungnya sopir travel sudah pernah mengantar penumpang ke bandara ini, jadi tidak banyak kendala hanya saja sedikit kemacetan di beberapa ruas persimpangan lampu merah Kota Jember. 

Pesawat yang akan saya tumpangi take off sekitar jam 10 pagi tapi sempat delay karena keterlambatan penerbangan dari Surabaya. Bandaranya tergolong sederhana karena memang termasuk baru dan khusus penerbangan domestik saja.


Hamparan Hijau bak Permadani

Setelah check in kita dipersilahkan menunggu boarding di ruangan yang tidak seberapa besar. Pagi itu penumpangnya lumayan banyak beberapa orang juga ada yang berasal dari Bondowoso dan Lumajang yang hendak melakukan perjalanan baik ke Surabaya dan Jakarta.

Bandara Notohadinegoro mulai dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan tahun 2005. Penerbangan perdana oleh Garuda Indonesia Jember - Surabaya PP pada tanggal 16 Juli 2014 memperoleh animo yang sangat tinggi dari masyarakat Jember dan sekitarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi udara sudah menjadi kebutuhan utama bagi seluruh lapisan masyarakat dari kota kecil menuju kota-kota besar di Indonesia, selain memperpendek jarak tempuh juga memberikan kenyamanan dan waktu tempuh yang lebih cepat.

Kabarnya lagi setelah kunjungan Presiden Jokowi Agustus lalu, bandara ini telah mendapat persetujuan dari pusat untuk dikembangkan menjadi bandara yang lebih besar. Tak tanggung-tanggung pemerintah pusat bersedia mengucurkan dana hingga 450 milyar rupiah agar nantinya bisa menjadi salah satu bandara yang melayani embarkasi jamaah haji dari wilayah timur Jawa. 

Target pembangunan bandara ini diharapkan rampung pada tahun 2019 dan diharapkan mampu menarik banyak investor untuk membuka usaha juga wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Kota Jember dan sekitarnya.

Bagaimana Rasanya Naik Pesawat Kecil?

Untuk menuju pesawat kita harus jalan kaki kurang lebih 50 meter dari gedung Bandara menuju landasan, cuaca terik Jember membuat saya ingin lari saja dari gedung dan segera naik ke pesawat tapi badan yang tidak sekongkol dengan hati mengurungkan niat saya untuk lari pagi he he he.

Terbang Lebih Tinggi Lagi 

Pesawat Garuda jenis ATR 72-600 ini berkapasitas 70 penumpang untuk kelas ekonomi, panjang pesawatnya juga tergolong pendek tapi cukup mumpuni untuk terbang selama beberapa jam hingga Kota Surabaya.

Keuntungannya naik Garuda Indonesia adalah dapat snack walau kelas ekonomi. Ya harganya memang sepadan dengan pelayanan yang diberikan sedangkan pesawat low budget tidak menyediakan makanan gratis. Selain itu kapasitas bagasi yang diberikan maskapai ini juga lebih banyak kurang lebih 30 kg/penumpang, pesawat domestik lain cuma 20 kg saja per penumpang.

Seperti biasa sebelum terbang akan ada pramugari atau pramugara yang memberikan panduan keselamatan penerbangan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kali ini saya memperhatikan dari awal sampai akhir, bukan karena belum pernah lihat tapi karena pramugaranya ganteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng bingigtss hahahahah


Sengaja saya pilih foto ini biar saya saja yang Dosa Mata ha ha ha ha

Mukanya mirip-mirip artis tahun 90-an Mas Ongky Alexander ... pemeran film Catatan si Boy jaman dulu .. tau kan? tapi ini lebih ganteng ha ha ha, hidungnya mancung, wajahnya tampan dengan rahang yang tegas disertai senyum manis dan tatapan matanya yang teduh tapi tajam .. duhh saya mau diselamatkan mas ha ha ha.


Tampak Samping :p .. Salah fokus
Selama proses mau take off saya ga kedip hi hi hi, lumayan lah vitamin A sebelum menempuh ujian bahasa Belanda ha ha ha, tapi jujur saya agak ngeri naik pesawat ini karena getarannya lebih terasa atau saya saja yang lebay ya karena liat mas ganteng jadi jantungan.

Tapi sumpaah .. saya berasa mau muntah karena guncangan selama lepas landas lebih terasa dibanding pesawat-pesawat komersil lain yang pernah saya tumpangi. Selepas mengudara rasa mual itu berangsur-angsur hilang apalagi pas si mas Ongky menyuguhkan saya sekotak kue beserta minumnya .. uhukk


Snack Box Garuda Indonesia

Saya menikmati pemandangan Kota Jember dari udara yang terlihat dari jendela pesawat sambil mengunyah kue thok isi kacang hijau. Hamparan sawah seperti permadani hijau dan genteng rumah-rumah penduduk benar-benar indah dari angkasa mengingatkan saya pada salah satu lagu Nasional yang sering dinyanyikan waktu SD.

Tak terasa tiga puluh menit sudah berlalu pesawat yang saya tumpangi harus landing di Bandara Juanda Terminal 2 kemudian saya akan berpindah pesawat tanpa perlu memindah bagasi lagi karena semuanya sudah diurus oleh awak Garuda Indonesia dari Jember hingga tujuan akhir Jakarta - Soekarno Hatta.

Bagi anda yang memerlukan waktu cepat menuju Kota Surabaya maupun Jakarta, penerbangan dari Bandara Jember bisa menjadi alternatif transportasi anda. Tiket pesawat bisa dipesan secara online dari situs-situs tiketing.

Selamat Mengudara!

3 comments:

  1. memang kalau pesawat kecil spt ini bikin pusingd an mual, aku waktu ke belitung naik garuda yg kecil ini ya pusing sepanjang perjalan a apalagi kalau pesawatnya turun atau naik

    ReplyDelete
  2. Kalo ada promo mau ah naik ini.. jadi penasaran.. hehe.. thanks for sharing, salam kenal ��

    ReplyDelete
  3. Ternyata ada juga ya Garudah Indonesia mini.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)