Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Tuesday, July 31, 2018

Kurang Vitamin D Selama Musim Dingin (Winter)

Jogging biar bugar :p

Tujuh bulan sudah terlewati terhitung sejak pertengahan Desember 2017 saya menetap di Belanda, setelah melewati musim dingin dan salju kini saatnya menjemput hangatnya matahari.

Cuaca di Belanda sejak dua minggu ini benar-benar seperti Negara Tropis atau lebih tepatnya seperti Surabaya! Beberapa hari ini mencapai 36 derajat Celcius loh! Netherland van Java atau Amsterdam van Batavia begitu kira-kira istilah yang pas untuk menggambarkan suasana Belanda saat ini. 

Perubahan musim dari winter menuju summer biasanya banyak virus-virus yang menyerang tubuh khususnya di musim semi, tidak sedikit orang menderita flu, batuk pilek hingga demam musim semi yang lebih dikenal dengan istilah hooikoort.  Demam ini diakibatkan oleh alergi terhadap serbuk bunga yang bertebaran selama musim semi.

Alhamdulillah .. saya terbebas dari serangan demam musim semi tapi sayangnya menjelang musim panas ini kondisi tubuh mulai nge-drop. Awalnya saya pikir gejala maag sebab beberapa minggu ini jadwal kerja lumayan gila-gilaan ditambah pola makan juga kurang sehat, sering telat makan plus faktor lelah dan stress kerja... kumplittt!

Sempat nggak masuk kerja 3 hari karena badan rasanya lelah, letih, lesu dan pusing.. perut sebelah kiri saya juga rasanya nyeri ditambah mual. Khawatir gejala hepatitis menyerang akhirnya saya telpon gezonheidcentrum (puskesmas) untuk buat janji berkunjung ke dokter umum (huisart) daripada nanti malah kemana-mana sakitnya.

Tes Darah Lengkap

Setelah menjalani pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter akhirnya saya melakukan tes darah lengkap. Tes ini selain atas permintaan pribadi yang khawatir gejala hepatitis kambuh juga atas saran dokter, sebab saya tidak punya rekam medis di Negeri ini.


Lembar Tes Darah Lengkap

Saya diberi selembar kertas rujukan menuju rumah sakit umum Kota Almere. Sistem kesehatan di Belanda hampir sama dengan Indonesia, dimana setiap pasien harus mendaftarkan diri ke puskesmas terdekat sesuai alamat tinggal. Kita juga diwajibkan mempunyai asuransi kesehatan sehingga tidak perlu membayar lagi ketika berobat.

Ketika pasien sakit tinggal telpon puskesmas untuk membuat janji berkunjung, kita tidak perlu antri lama-lama menunggu giliran untuk diperiksa, datang saja sesuai tanggal dan jam yang ditentukan. Sistem ini memudahkan pasien tapi disisi lain juga kurang oke ketika butuh pengobatan segera. 

Jika dalam keadaan darurat anda bisa menghubungi Emergency Unit baik di puskesmas atau rumah sakit, selanjutnya mobil ambulan dan petugas medis akan segera menjemput anda di rumah. 

Kembali ke tes darah lengkap, hari itu juga saya menuju rumah sakit umum yang jaraknya kurang lebih 1 hingga 2 km dari puskesmas. Setiba di sana saya diarahkan petugas menuju ke ruang laboratorium, ambil nomor antrian dan menunggu dipanggil.


Menikmati hangatnya sinar mentari sambil ngeblog

Siang itu pasien lumayan banyak terutama pasien lansia yang harus cek darah rutin. Melihat mereka membuat saya merasa iba sekaligus miris.. karena kebanyakan dari pasien lansia datang sendiri meski harus dengan kursi roda, tidak ada sanak maupun saudara yang menemani, kalau adapun bisa dihitung jari. Hmmm .. Eropa!

Tiba giliran saya dipanggil! saya menuju bilik kecil untuk diambil darahnya .. melihat jarum suntik yang lebih besar dari biasanya membuat saya mulai takut, untung susternya ramah meski saya masih sangat terbatas berbicara dalam Bahasa Belanda-nya, biasanya ada yang suka jutek kalau kita nggak bisa Bahasa Belanda.

Vitamin D-tekort

Tiga hari dari pengambilan darah, hasil laboratorium sudah selesai tapi sayangnya pasien tidak menerima hasil tes laboratorium. Semua data medis langsung diberikan kepada dokter untuk disimpan dalam sistem yang bisa diakses oleh petugas medis yang berkepentingan saja. 

Saya pun tidak perlu datang untuk bertemu dokternya, cukup menelpon ke bagian customer service. Menurut mereka hasil tes darah saya menunjukkan bahwa saya kekurangan vitamin D atau dalam Bahasa Belanda disebut Vitamin D-tekort (baca tekor) he he he .. ternyata asal kata tekor itu dari Belanda ya!


Vitamin D 25000EU

Seumur-umur saya nggak pernah tes darah untuk cek kandungan vitamin tubuh, jadi ingat pelajaran biologi SMA tentang avitaminosis .. setahu saya kebanyakan orang kurang vitamin B yang mengakibatkan penyakit busung lapar yang sempat mewabah di era 80-an. 

Analisa dari dokter mengatakan bahwa kekurangan vitamin D di negeri Eropa bukanlah hal yang aneh karena selama hampir 6 bulan tidak mendapat cahaya matahari seperti negara-negara tropis. Tubuh saya sedang beradaptasi dengan cuaca baru selama kurang lebih 7 bulan disini.

Rata-rata perempuan dewasa yang tinggal di negeri sub tropis mengalami kekurangan vitamin D di akhir musim dingin. Kekurangan vitamin D bisa berakibat fatal jika kita tidak menghiraukan hal ini, bisa jadi menjadi penyebab sel kanker dalam tubuh kita berkembang lebih cepat. 

Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko terkena serangan jantung, dimensia, tulang rapuh, impotensi pada pria, kerontokan rambut yang berlebihan, cepat lelah, letih dan lesu, gangguan pencernaan, mual dan nyeri lambung. Itu sebabnya mengapa beberapa hari menderita beberapa gejala tersebut.

Dokter memberi saya vitamin D 25000IE berupa ampul yang harus diminum seminggu sekali sebanyak dua ampul dan tablet cholecalciferol 800IE 1x per hari selama 90 hari.


Sumber Vitamin D

Selama ini kita tahu bahwa sumber vitamin D adalah paparan sinar matahari pagi, pada dasarnya tubuh kita mampu memproduksi vitamin D karena terpapar sinar matahari langsung, tapi ternyata setelah saya baca beberapa sumber di internet vitamin D juga bisa didapatkan dari beberapa makanan.

Perbanyak Konsumsi Ikan Berlemak

Bagi anda yang tinggal di Negara Tropis tentunya jarang terjadi kasus kekurangan vitamin D (Vitamin D-tekort) karena matahari bersinar sepanjang tahun. Beda di Belanda yang hanya menikmati sinar matahari kurang lebih hanya enam bulan selebihnya musim dingin dengan salju.

Tapi Tuhan memang Maha Adil! Belanda dan daerah sekitarnya memang kekurangan sinar matahari, tapi Allah memberikan vitamin D yang bisa kita konsumsi dari beberapa makanan ini. Beberapa makanan ini mungkin mahal kita dapatkan ketika di Indonesia, tapi di Belanda mah turah-turah istilah jawa-nya atau berlimpah!

Dari sumber di internet, vitamin D bisa kita peroleh dari susu almond, margarine dan mentega, keju, susu soya, ikan salmon, mackerel, sardine, kuning telur, hati sapi, ikan tuna kalengan, jamur portobello, jamur shitake, susu sapi fortifikasi, jus jeruk fortifikasi, minyak hati ikan cod, dan sinar lampu UV!

Nah .. seperti yang pernah kita dengar bahwa Allah mengirimkan penyakit tapi Allah juga mengirimkan penawarnya! terima kasih sudah membaca artikel ini .. nanti disambung lagi cerita yang lain!


6 comments:

  1. Wah baru tau ternyata tekor itu serapan dari bahasa Belanda ya mbak hehehe... selamat menikmati Pancaroba-nya Belanda, semoga sehat selalu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin maturnuwun mbak Retno :) salam sehat juga ya

      Delete
  2. wah kekurangan vit D ya, krn saat musim dingin gak ada matahari

    ReplyDelete
  3. Uwaaahhhh, aku baru tau separah itu kalo sampe kekurangan vitamin D mba. Pdhl selama ini aku justru menghindari matahari :p. Pergi kantor aja sengaja pagi2 buta masih gelap, pulangnya pas udh malam. Suka pusing kepalaku kalo kena panas. Itu juga kenapa kalo liburan aku slalu milih winter hahahaha. . Okelah.. Berarti sesekali ttp harus kena matahari :p

    Cm slama ini utk masalah vitamin D aku rutin minum yoghurt yg juga bagus utk tulang krn banyak kalsium kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha ideem mbaak Fanny :) begitulah kira2 .. iya bener minum yoghurt bagus banget

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)