Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Sunday, September 16, 2018

Maastricht, Kota Tertua di Belanda


Kota Maastricht merupakan Kota ke-3 yang sudah saya kunjungi selain Amsterdam. Berada di selatan Belanda berbatasan langsung dengan Belgia. Apa sih yang menarik dari kota ini?

Setiap kali saya bertemu dengan teman-teman asli Belanda, saya selalu menanyakan kota apa yang "recommended" untuk dikunjungi? Jawabannya pun macam-macam, ada yang menyarankan ke Utrecht, Harleem, Rotterdam, Denhaag, Leiden, Vlissingen, hingga ke Volendam dan Zaandam.

Well .. memang sih semuanya menarik bagi saya karena belum pernah lihat he he he. Lalu ada tawaran dari suami buat refreshing pas weekend. "Mau kemana minggu ini..?" tanyanya disela-sela cuci piring.

Duluu sekali saya pernah beli tiket kereta promo untuk main-main ke Maastricht, tapi gagal karena gak match dengan jadwal suami. Naah kesempatan mumpung dia nawarin hahaha apalagi naik mobil .. lumayanlah bisa mlipir-mlipir hi hi hi.

Akhirnya kita berangkat ke Maastricht yang jarak tempuhnya dari kota kami kurang lebih 2 sampai 3 jam, ibaratnya kalau di Indonesia itu perjalanan Surabaya - Malang, arahnya juga ke Selatan dari Kota Amsterdam, dibilang dekat enggak .. dibilang jauh juga enggak.

Tapi kalau kita lihat di peta, Maastricht itu ujung selatannya Belanda, istilahnya Belanda notok pojokan he he he. Dibandingkan dengan Kota Malang - Surabaya ya memang tidak seberapa jauh tapi kan Belanda kecil, jadi perjalanan 2-4 jam itu sudah melampaui batas Negaranya. 

Jarak Amsterdam - Maastricht itu 218 km, sedangkan Surabaya - Malang cuma 93 km loh, tapi kok jarak tempuhnya sama ya? info ini berdasarkan googlemaps. Saya jadi curiga nih dengan penilitian Turangga Seta tentang lipatan-lipatan Tanah Jawa he he he. Duhh berasa ya Indonesia besar dan luas banget!

Oke lanjut tentang perjalanan ke Maastricht ya! Selama perjalanan cuaca mendung mesra ditemani lagu-lagu dari radio Belanda. Tidak banyak kendaraan yang lalu lalang pagi itu atau mungkin ya begitu itu suasana lalu lintas di Belanda he he he, jarang lihat kemacetan kecuali di Amsterdam .. macet manusia jalan kaki di tengah kota!

Menurut beberapa orang yang pernah ke Maastricht, Selatan Belanda lebih menarik dikunjungi daripada bagian utara, achh tapi kan setiap orang beda pendapat jadi baiknya saya kunjungi aja semua dari empat mata penjuru baru deh nanti saya cerita pendapat saya di blog ini.

Kota Maastricht

Maastricht merupakan salah satu kota terbesar di Provinsi Limburg, dan letaknya berada di ujung paling selatan Negeri Belanda. Kota yang berbatasan dengan Belgia dan Jerman ini memiliki desain arsitektur dan landscape yang jauh berbeda dengan Amsterdam. 


Menurut saya kota Maastricht jauh lebih klasik dibanding kota-kota yang pernah saya kunjungi seperti Rotterdam, Denhaag, Almere, Amsterdam, Zaandam, Utrecht, dan sebagainya. Bangunan dan gedung-gedungnya punya cirikhas tersendiri yang saya tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata .. alias saya nggak punya ilmu arsitektur ha ha ha, jadi nggak bisa bedain mana golongan bangunan roman atau apalah itu ya..

Yang jelas bangunannya cantik dan klasik, trus kotanya bikin suasana pacaran tambah romantis, sayangnya kita cuma setengah hari disana jadi nggak bisa lihat suasana kota di malam hari dengan lampu-lampu temaram, jalan di pinggiran canal ditemani lonceng gereja .. aduhaii!

Oh ya .. ternyata setelah saya googling, Maastricht merupakan anggota Most Ancient European Towns Network yaitu organisasi atau boleh dibilang ikatan kota-kota tertua di Eropa yang fokus untuk meniliti dan menjaga kotanya dari sisi historis, arkeologi, tourism, juga pengembangan kota / urban planning.


Waah pantes kotanya classic binti romantis. Kalau boleh saya bilang, kota ini mirip Kota Malang Jawa Timur, selain adem ayem kota Maastricht merupakan satu-satunya yang punya dataran tinggi di Belanda, secara Negeri Belanda adalah "negeri dibawah air" yang nggak punya gunung

Kota Maastricht juga punya Benteng dan bukit yang bisa melihat suasana kota dan Belgia dari ketinggian. Pemandangannya super cantik dan memikat, mengingatkan saya pada gambar-gambar di kartun Pak Janggut majalah Bobo waktu saya masih SD.

Hamparan padang hijau dengan gulungan rumput-rumput rapi terikat, jalanan beraspal yang sunyi juga setapak diantara padang hijau, sayangnya nggak ada kereta kuda nya, trus Pak Janggut he he he. 


Entah memori alam bawah sadar itukah yang membawa saya mengunjungi Benteng St. Peter ini. Saya dan suami benar-benar menikmati pemandangan hijau disekitar benteng, sebagian nampak seperti pemandangan di Cemoro Lawang Probolinggo, sebagian lagi mirip-mirip taman nasional Baluran Banyuwangi, lalu sebagian lagi mirip Kota Malang dan Batu ..

Kota Maastricht juga punya sungai yang membelah kota tua ini, Sungai Meuse namanya, konon nama Maastricht berasal dari nama sungai ini yang merupakan pusat perekonomian pada masa Caesar August dari Roman yang menguasai daerah ini. Duhh jadi pingin balik lagi karena belum explore semua Kota Maastricht!

Nah minggu ini kemana liburan anda?




3 comments:

  1. Klasik ya kotanya. Nanti tampilkan foto foto bangunan yang klasik lebih banyak ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Alriss .. oke aku juga banyak PR nih nulis hihihi.. ditunggu ya liputan selanjutnya

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)