Sejatine Urip Mung Ngampung Dolan

Responsive Ads Here

Sunday, April 14, 2019

Kampung Van Gogh Nuenen


Selamat pagi pembaca, artikel kali ini akan bercerita tentang pengalaman saya mengunjungi Kampung halaman pelukis ternama Van Gogh di Kota Nuenen 10 km timur laut Kota Eindhoven, kedua kota ini termasuk dalam propinsi North Brabant Belanda.



Jika anda penggemar seni lukis tentunya tak asing lagi dengan nama Vincent Van Gogh, konon Om Vincent ini termasuk pelukis kategori Post Impressionism. Hmm sumpah saya nggak ngerti tentang lukisan, tapi saya sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau sejarah, budaya, biografi dan seni.


Bersepeda Ria ke Kampung Nuenen Van Gogh
Belajar sejarah tentunya akan membosankan jika kita hanya duduk di kelas, membaca buku, menghafal kemudian menjawab pertanyaan ujian dari bapak atau ibu guru. Waktu saya masih di sekolah dasar hingga SMA, pelajaran sejarah menjadi salah satu mata pelajaran favorit meski saya benci sekali menghafal tahun-tahun, tapi entah apa yang membuat saya jatuh hati pada pelajaran ini.


Saya masih ingat ibu guru sejarah waktu SMP, namanya Bu Dessy yang sekarang mengajar di SMKN 2 Bondowoso. Beliau adalah orang pertama yang mengenalkan saya pada kehidupan pra-sejarah tentang batu dolmen, manusia wajakensis, pitocantropus dan hal-hal menarik lainnya yang saya kenang sampai hari ini.



Sedangkan bapak guru sejarah waktu SMA, almarhum Bapak Tutut adalah orang yang mengajarkan tentang sejarah masa kerajaan-kerajaan hingga kemerdekaan Indonesia. Kenangan yang masih saya ingat hingga saat ini, beliau selalu menghibur murid-muridnya di tengah jam pelajaran akhir dengan guyonan-guyonan lucu, siap-siap penghapus atau tip-ex karena beliau pasti nyleot cerita yang lain ketika meminta kita mencatat apa yang beliau sampaikan.


Berkunjung ke Kampung Van Gogh, menurut saya juga bagian dari belajar sejarah secara langsung. Kita melihat secara nyata bukti-bukti sejarah yang masih terawat. Mempelajari kehidupan orang-orang sukses di jamannya. Nah yuk ajak keluarga berkunjung ke tempat-tempat sejarah! Sejarah tidak melulu tentang perang loh ya ;)

Masa Kecil Vincent Van Gogh

Oke deh kita lanjut cerita tentang Kampung Van Gogh ya! Jadi nih ya .. si Om Vincent itu lahir di desa Zundert, sebuah desa kecil yang berdekatan dengan Negara Belgia. Lahir dari Keluarga Pendeta Kristen Protestan, bapaknya bernama Theodorus Van Gogh dan ibunya bernama Anna Carbentus.

Vincent yang lahir pada tanggal 30 Maret 1853 adalah anak nomor 2 dari 7 bersaudara yang terdiri dari 1 kakak laki-laki (meninggal), 3 adik perempuan dan 2 adik laki-laki. Keluarga mereka tergolong keluarga harmonis dan terpandang di jamannya. 
Rumah Tua Sekitar Nuenen
Ketika memasuki masa anak-anak, ayahnya memindahkan Vincent  dari sekolah kampung  Zundert ke sekolah asrama di Zevenbergen, kurang lebih 24 km dari desanya ke utara dekat Kota Breda. Meski tidak senang tapi Vincent  berhasil tamat dari sekolah dasar sembari terus menggambar di sela-sela kesehariannya. 

Lulus dari sekolah dasar, Vincent melanjutkan studi-nya ke jenjang menengah pertama di Kota Tilburg. Selama belajar di sekolah ini, Vincent menunjukkan prestasi gemilang terutama di bidang bahasa, namun akhirnya memutuskan berhenti sekolah tanpa alasan yang jelas.

Pencarian Jati Diri

Vincent dikabarkan tidak pernah kembali lagi ke sekolah, dan lebih memilih bekerja sebagai karyawan magang  pada galeri seni Internasional Goupil & Cie, atas bantuan pamannya yang bernama Uncle Cent di Den Haag ketika berusia 16 tahun, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan di pindah ke London untuk mengelola cabang galeri seni disana.
Suasana Kampung Sekitar Nuenen
Ketika berada di London, Vincent banyak belajar dari museum ke museum tentang seni, majalah, literatur hingga puisi-puisi. Pelukis ternama idolanya adalah François Millet dan Jules Breton. 

Pada Tahun 1875 dia dipindah ke Paris, di kota ini dia semakin religius, nampak dari surat-surat yang dikiriman kepada Theo, adiknya. Vincent selalu menyisipkan kutipan-kutipan Injil serta catatan khutbah dari Gereja.
Kapel tempat Ayah Van Gogh memimpin doa
Vincent terlihat sangat bahagia dengan kehidupannya atas ketertarikan pada seni dan agama. Namun sayangnya ia mulai tidak tertarik lagi pada pekerjaannya sebagai pegawai galeri seni, sehingga setahun kemudian dia dipecat dari galeri seni Goupil & Cie.

Setelah dipecat, Vincent memutuskan untuk kembali ke Inggris bekerja sebagai guru honorer tanpa gaji, pada sebuah sekolah asrama laki-laki di Ramsgate, lalu mendapatkan tawaran mengajar pada sekolah swasta dengan gaji kecil. Selain itu dia juga diperbolehkan "berdakwah" di kawasan desa tersebut. 

Natal Bersama Keluarga

Dikarenakan prospek yang tidak menentu di Inggris, akhirnya Vincent kembali pulang ke North Brabant Belanda bertepatan pada perayaan Natal tahun 1876. Ayahnya menyarankan untuk tidak kembali ke Inggris dan Vincent pun menuruti permintaan ayahnya. 
Salah Satu Sudut Museum Van Gogh di Nuenen - Karya Sketsa Hitam Putih Van Gogh
Pamanya, Uncle Cent, kembali berperan menyelamatkan Vincent dengan mencarikan pekerjaan sebagai pelayan di toko buku Kota Dordrecht dekat Rotterdam. Vincent semakin menjadi sosok yang sangat religius, dan memutuskan untuk melanjutkan sekolah Theologi meski akhirnya tidak selesai. 
Salah Satu Karya Vincent yang Terkenal, De Aardapel etten - Petani Kentang
Keluarganya khawatir karena menginjak usia 24 tahun, Vincent belum juga tahu menentukan kemana tujuan hidupnya. Konon, ketika pria sudah berusia 25 tahun dan masih belum tahu tujuan hidup, maka kesuksesan akan jauh dari kehidupannya. 

Rumah Orang Tua Vincent Van Gogh di Nuenen

Tidak begitu dengan Vincent Van Gogh, ia justru sukses ketika menginjak usia 28 tahun. Perjalanan hidupnya memang penuh liku, tidak menyelesaikan pendidikan dengan baik dan mendapatkan "cemooh" sebagai orang tidak sukses di desanya sehingga membuat orang tua malu.

Namun meski Vincent tidak menyelesaikan pendidikan, dia tetap belajar selama masa "pengembaraan hidup", melihat kehidupan masyarakat disekitar, merenung dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seniman sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.

Kampung Nuenen

Kampung ini adalah rumah tinggal terakhir keluarga Vincent van Gogh, dimana ayahnya menjadi seorang pemimpin Gereja atau Pendeta Kristen Protestan disana hingga akhir hayat. Kawasan ini dulunya adalah kampung para petani ladang kentang yang miskin dan sekarang berubah menjadi kampung wisata.

Kawasan Kampung Nuenen Sekarang
Dahulu kehidupan masyarakatnya ditopang oleh ladang kentang dan industri rumahan kain tenun. Di desa ini, Vincent tinggal bersama orang tuanya dimana ia terus berkarya dengan sketsa hitam putih tentang suasana kehidupan desa, petani kentang, perempuan dan tenun. Vincent tidak bekerja namun mendapat support penuh dari adiknya yang menjadi manajer Galeri Internasional Goupil & Cie di Paris, sehingga ia dapat terus membeli alat-alat lukis dan berkarya.

Di kampung ini, anda bisa mengunjungi rumah orang tua Vincent (hanya bisa melihat dari luar dan belakang rumah), juga rumah kekasihnya yang bersebelahan namun hubungan mereka tidak disetujui karena faktor usia dan status sosial. Vincent seorang lajang sedangkan kekasihnya yang juga sepupunya adalah janda beranak satu (tentang hubungan dengan kekasihnya ini banyak versi cerita yang berbeda).

Keluarga Vincent van Gogh

Rumah kekasih Vincent ini sekarang menjadi Villa Nune, salon spa untuk perempuan, sayangnya ketika saya kesana sedang tutup. Selain itu anda juga bisa mengunjungi museum Vincent van Gogh dan harus membayar tiket masuk sebesar 8,50 Euro. Museum ini lebih menonjolkan kehidupan desa dan beberapa lukisan karya van Gogh sebelum pindah ke Belgia.

Kapel kecil tempat ayah Vincent memimpin doa juga masih kokoh berdiri, suasana musim dingin menuju semi menjadikan foto gereja ini terlihat begitu romantis dengan daun-daun mapel kering berwarna kecoklatan terserak di halaman sekitar gereja.

Rumah-rumah disekitar kampung ini juga masih tampak asri tanpa banyak perubahan seperti sedia kala. Tak heran jika Belanda dikenal dengan "perawat sejarah", kepedulian pemerintahan-nya pada bangunan bersejarah sangat tinggi.

Rumah Kekasih Vincen van Gogh, Margot Begemann (1841 - 1907)

Selain sebagai sarana wisata, merawat bangunan sejarah juga berguna bagi generasi penerus agar mengenal siapa kita. Meski dalam sejarah Indonesia, Belanda terkenal "menggubah sejarah" negeri kita dengan tujuan "melemahkan" generasi penerus agar tidak percaya diri!

Hmm .. yuk kita belajar sejarah lagi! Well liputan kampung Nuenen kurang begitu mendalam he he he, karena saya menulisnya setelah hampir dua bulan dari tanggal kunjungan saya ke Nuenen, dan ini adalah tulisan pertama sejak 2019!

Aihh .. semoga bisa menjadi pencerahan bagi anda yang ingin berkunjung ke Belanda ya! Oh ya tulisan ini juga banyak disarikan dari situs ini, sejarah kehidupan Van Gogh. Ada baiknya anda membaca dulu situs tersebut sebelum berkunjung ke Kampung Van Gogh, sehingga bisa lebih seru jalan-jalannya.

Ok selamat berpetualang!


5 comments:

  1. Belajar sejarah sambil jalan2 n Travelling pasti mengasyikkan.., salut sama orang yang senang belajar silsilah ..kehidupan seorang tokoh.

    Tipe orang kayak gini senang menyimpan kenangan. Lah..kisah hidup orang lain aja senang.., gimana soal sejarah hidup sendiri..pasti disimpan rapi ya..? Wkwkwkwk #becanda.

    ReplyDelete
  2. buatku museum itu tempat termudah dan terjelas utk bepajar sejarah. kalo tdnya kita ga ngerti penjelasan dr guru ato buku yg banyak belibet, dgn melihat lgs, aku bisa lbh gampang ngerti krn barang2 peninggalannya ada. kita bisa ngebayangin jadinya :).

    walopun ga ngerti lukisan ato seni, tp aku suka melihat lukisan yg kliatan bntuknya :p, mksudku ga abstrak. kayak van gough jelas gbrnya ttg kehidupan orang2 di masa itu.

    kalo aku ke Belanda nanti, museum ini pasti aku dtgin mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp mbaak 😘😘 ada banyak PR nulis tentang museum nih

      Delete
  3. Belajar ke museum memang seru sih, bisa dapat banyak informasi yang sebelumnya nggak kepikiran ternyata ada :D

    Asyik yaah jalan-jalan sambil belajar sejarah gituuu. Lain kali share gimana caranya bisa sampai ke belanda kaaak, liburan aja atau kerja gituuu :D

    Cheers,
    Dee Rahma
    heydeerahma.com

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)