Sejatine Urip Mung Ngampung Dolan

Responsive Ads Here

Monday, January 6, 2020

Kota Vlissingen : Kota Perisai Tepian Selatan Negeri Belanda

Pemandangan di Kota Vlissingen Belanda
Menjelajahi Negeri Belanda bagian ujung selatan, menyisiri tepian Kota Vlissingen yang berdekatan dengan Negara Belgia dan berseberangan langsung negara-nya mbak Adelle, Inggris.

Rencana berkunjung ke Kota Vlissingen sebenarnya sudah termasuk dalam daftar jelajah saya, tapi baru kesampaian akhir pekan kemarin menjelang pergantian tahun 2020. Saya mengenal kota ini dari salah satu blogger yang juga menikah dengan orang Belanda, dan sepertinya tinggal di dekat kota ini.

Kota ini terkenal dengan pelabuhan dan festival ikan herring yang biasanya diselenggarakan di akhir musim semi menuju musim panas. Letak kota ini berada di ujung bawah Belanda, kurang lebih 230 km dari Kota Almere, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi selama 2 jam lebih sedikit atau dengan kereta intercity selama 3 jam via Leiden, Den Haag dan Rotterdam.

Tengah-tengah kota Vlissingen
Dari kota ini anda bisa menyeberang ke daratan Belanda yang terpisah oleh muara sungai Scheldt, yaitu kota Bresken. Sungai Scheldt membelah Prancis bagian utara, Belgia dan Belanda sepanjang 350 km yang sempat menjadi jalur emas perdagangan antara Perancis dan Inggris pada jamannya.

Suasana Kota dan Pertokoan di Vlissingen
Karena perjalanan yang lumayan lama, sebaiknya berangkat lebih pagi ketika anda hendak mengunjungi Kota Vlissingen apalagi pada musim dingin, matahari terbenam lebih cepat selain itu hampir seluruh pertokoan di Belanda tutup pada hari minggu. Jadi rencanakan perjalanan anda sebaik mungkin!

Hal Menarik di Kota Vlissingen

Sebelum berangkat ke Vlissingen, saya sempatkan mencari tahu apa saja yang menjadi tujuan wisata di kota ini. Musim dingin tidak banyak turis yang berkunjung ke Belanda dan negara-negara Eropa, karena suhu rendah dan juga waktu malam yang lebih panjang dari siang.

Saya berangkat hampir pukul sebelas siang dengan kereta cepat dari Kota Almere. Perjalanan memakan waktu selama 3 jam, siapkan camilan atau buku bacaan agar anda tidak bosan dan kelaparan selama perjalanan. Saya menyiapkan semua perbekalan tapi saya justru sibuk menikmati pemandangan dari jendela kereta.

Kapal APL yang melintas di teluk sekitar Vlissingen

Kesempatan jalan-jalan kali ini saya nikmati dengan "mindfulness". Menikmati perjalanan sembari melihat, mendengar, berpikir tentang kebesaran Tuhan... duh tiba-tiba sok relijius hehe .. lah kan perenungan akhir tahun!

Sebenarnya saya tidak punya banyak tujuan di Kota Vlissingen, karena keterbatasan waktu yang kejar-kejaran dengan terbenamnya matahari. Dari info yang saya dapat, salah satu tempat yang harus dikunjungi adalah bagian pelabuhan dan boulevard sepanjang pantai yang berbatasan dengan bendungan Kota Vlissingen.

Waduk yang membendung air laut di Kota Vlissingen
Anda yang belum pernah ke Belanda, jangan membayangkan bendungan seperti di Indonesia ya! Bendungan di sini justru berbanding terbalik dengan Indonesia, kalau di Indonesia letak air berada di dalam bendungan dan dataran berada lebih tinggi dari permukaan air laut.

Sedangkan di Belanda, bendungan itulah yang menjadi "tempat tinggal" warganya. Rumah-rumah dibangun justru di bawah permukaan air laut yang dibatasi oleh bukit (dijk dalam bahasa Belanda) yang membendung air laut agar tidak mencapai daratan.

Tepian Waduk Vlissingen

Saya kagum dengan kemampuan orang Belanda dalam arsitektur dan tata kotanya, dan lebih kagum lagi dengan Kebesaran Tuhan bagaimana menundukkan air agar tidak melampaui waduk!

Sunset di Bawah Kincir Angin

Stasiun Kota Vlissingen ternyata lokasinya unik dibanding stasiun kota-kota lainnya. Di Kota ini selain terkenal dengan pantai dan waduk, anda juga bisa melihat pintu air raksasa yang masih berfungsi hingga saat ini.

Panoramic View Ujung Kota Vlissingen

Stasiun kereta terletak berdekatan dengan pintu air di bagian ujung Kota Vlissingen. Jika anda lihat di peta, maka akan nampak jelas bagaimana kota ini dibentuk oleh daratan yang sebagaian terendam air namun salurannya tetap tertata sempurna

Total area kota ini kurang lebih 345 km dengan total daratan hanya 35 km sedangkan sisanya kawasan air dengan populasi penduduk sebanyak 45,000 jiwa menurut sensus tahun 2017.
Meriam Tua Saksi Sejarah Kota Vlissingen
Lokasi yang saya kunjungi masih kurang dari 1% dari beberapa tempat yang juga menarik dikunjungi. Biasanya turis meningkat pada bulan Juli - Agustus untuk menikmati hangatnya matahari dan berjemur di pantai. Anda juga bisa menyewa villa tepi pantai atau menginap di hotel yang berjejer di sepanjang pantai Vlissingen.

Kincir angin yang berada di tepi waduk yang mirip tebing buatan ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Sebab hampir semua kincir angin di Belanda lokasinya berada di tengah kota atau tengah ladang.

Pintu Air Raksasa yang bekerja secara Otomatis

Anda bisa naik ke lantai dua kincir angin ini tanpa dipungut biaya hanya saja harus sabar antri bergantian dengan pengunjung lain. Saya mendapatkan momen yang sangat bagus ketika berada di kincir angin ini, saya pun tidak pernah menyangka memperoleh pemandangan indah ketika matahari terbenam di lokasi tersebut


Perumahan dalam Waduk!

Warna langit jingga berbaur antara birunya langit dan hangatnya sinar matahari sebelum terbenam. Saya bernjanji akan kembali lagi ke kota ini nanti di musim yang lebih hangat!

2 comments:

  1. bersih ay rumah2 tertata denagn baik,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Tira, apa kabar?
      iya mbak kotanya bersih bikin betah :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)