Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Sunday, November 4, 2012

Indonesia ... aku kembali!


Setelah tidur beberapa jam di Surau LCCT Malaysia, pikiran dan hati sedikit tenang. Saya sudah bisa berpikir lebih jernih daripada semalam

Dulu di LCCT akses internet bagi penumpang bisa diakses “semau gue” tapi sekarang dibatasi, pengunjung bandara low cost ini hanya bisa mengakses internet tidak lebih dari 3 jam, kalau di Changi airport 4 jam, baru setelah penumpang boarding, akses internet jor-joran semau gue di ruang boarding, itupun waktu tunggu pesawat paling lama Cuma 1 – 2 jam..
Pagi itu saya putuskan untuk ke Premium Lounge Plaza, satu-satunya tempat di LCCT Malaysia yang menyediakan akses internet berbayar. Per 30 menit harus bayar 25 Ringgit.. kejaaam! Semalam saya sudah menghabiskan 25RM, padahal uang saya sisa 50 RM dan pecahan 5 RM, jaga-jaga kalau ada apa-apa.

Semalam sempat galau gara-gara harga tiket KUL – SUB superr gilaa 2jeti by Air Asia, ada tawaran murah KUL – SIN, kurang lebih 84 RM, dan rencananya saya nyebrang lewat Batam, kemudian dari Batam – Surabaya pakai citilink seharga enam ratus ribuan. Dan saat itu widy juga menyarankan pakai Tiger tujuan KUL – JKT seharga 142 RM, karena habis lihat harga tiket KUL – SUB yang 2 juta, saya jadi linglung, 142 RM dalam otak saya masih 1,5 juta.. out of budget.

Koneksi internet super lemot kala itu, BBM dengan widy pun macet, karena saya hanya mengandalkan wifi, sedangkan paket BBM gak termasuk yang roaming. Sempat terjadi selisih paham antara saya dan widy, karena memberikan solusi-solusi yang tidak mungkin untuk dilakukan, dan pertengkaran kecil pun terhenti ketika koneksi wifi terputus, begitu pula kontak dengan seorang teman lain yang mau menawarkan kartu kreditnya untuk membeli tiket.
Saya punya 3 kartu kredit, yang A limitnya paling gede, tapi sayangnya di blokir karena “utang” saya belum lunas hahah... kartu ini special untuk dagangan, kartu B dan C limitnya sama, dan malangnya semuanya tinggal kurang dari 1 jutaan. Kartu B terblokir gara-gara widy salah memasukkan kode verifikasi 3x atas permintaan saya. Kartu C yang saya eman-eman untuk modal transaksi.

Akhirnya pagi itu, saya memutuskan mengambil tiket Tiger tujuan KUL – JKT, seharga 142 RM .. saya coba menggunakan kartu C, berharap bisa membantu pulang. Hampir saya minta bantuan Mbak Arianne yang pagi itu sudah nongol di FB, tapi saya batalkan karena kartu saya Accepted, tiket-pun tercetak.. horaaayy saya pulang meski lewat Jakarta dulu.

Masuk ruang boarding, langsung saya hubungi teman kantor saya via BBM, minta tolong dipesankan tiket Jakarta – Surabaya, dengan Lion Air yang paling murah :p, untungnya kalau tiket lokal saya bisa ngutang dulu via tour travel langganan kantor. Saya minta penerbangan jam 3 sore, so sampai Surabaya gak terlalu malam, tapi karena misscom tiket yang didapat justru yang jam 9 malam.. Aaaaggg garing nunggu di ruang tunggu Bus Damri Cengkareng, untungnya ada pemandangan cowok gantheng kepala plonthos sepertinya dari Mesir.. gantheeeeng bangett.. tapi sampingnya ada istri dan anak perempuannya yang cantik hahahha...

Jam sembilan kurang lima belas menit, saya sudah berada dalam pesawat dan siap untuk terbang pulang ke Surabaya. Perjalanan kali ini benar-benar menguji adrenalin dan bagaimana mengambil keputusan dalam kondisi tertekan.. weww I LOVED IT anyway ! setiba di Juanda, sudah tidak ada Bus Damri ke Bungurasih, taxi airport harganya kurang ajar 3x lipat taxi biasa! Uang saya tinggal IDR 50,000 dan beberapa IDR 10,000 + IDR 5,000 an.
Tak kurang akal, saya jalan kaki sampai keluar gerbang bandara, karena disitu boleh naik taxi selain taxi koperasi Juanda, dan favorit saya adalah Taxi Orange, tapi malam itu benar-benar sepi, saya sempat diajak 2 orang laki-laki join taxi, beruntung akal sehat saya masih jalan, saya bersikukuh gak mau. Akhirnya ada tukang ojek yang nawarin jasanya ngantar sampai terminal Bungur seharga dua puluh ribu rupiah.


Saya pun langsung okey, sambil ngobrol ngalor ngidul si tukang ojek, menawarkan mengantarkan sampai rumah dengan harga Rp. 50,000.. saya ogah mending naik taxi, karena capek bawa tas segede gaban naik ojek. Saya minta turun di pertigaan berbek, dan menelepon taxi, meski si ojek maksa mau anter sampe rumah. Tepat pukul 12.30 malam saya sampai rumah... legaaaa deh Indonesia aku kembali!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)