Sejatine Urip Iku Mung Ngampung Dolan

Responsive Ads Here

Sunday, December 24, 2017

Assalamualaikum Netherlands


Empat belas Desember kemarin adalah hari pertama kedatangan saya ke Negeri dibawah permukaan air laut ini, ya saya hijrah mengikuti suami ke Belanda setelah 2 tahun hidup berjauhan.

Pindah dan bermukim di Belanda adalah pilihan yang harus saya ambil karena saya menikah dengan laki-laki yang berkewarganegaraan Belanda. Sesuai keputusan diawal perkenalan kami bahwa setelah menikah saya-lah yang harus ngalah ikut suami.

Keputusan yang tidak mudah dan penuh dengan berbagai pertimbangan tapi dalam hidup akan selalu ada pengorbanan, resiko, pilihan yang harus kita ambil untuk berkompromi dengan kehidupan.

Negeri Belanda adalah negeri yang jauhnya ribuan kilometer dari Indonesia, sebuah negeri kecil di daratan Eropa, besarnya hampir sama dengan provinsi Jawa Timur dikurangi Kota Banyuwangi dan Surabaya. Luas Belanda kurang lebih 41.543 kilometer persegi sedangkan Jawa Timur 47.800 kilometer persegi.

Perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam membutuhkan waktu minimal 16-18 jam, sama dengan perjalanan darat Bondowoso - Jakarta dengan kereta, dari sini saya bisa membayangkan betapa luasnya Indonesia.. Negeri kita tercinta, perjalanan sehari semalam masih juga di dalam negeri!

Sengaja saya tidak memberi tahu siapapun selain keluarga terdekat dan teman terdekat, karena saya tidak ingin melihat banyak wajah sedih saat berpisah, selain itu saya ingin lebih menikmati perjalanan tanpa banyak komentar maupun celetukan, kali ini saya ingin merantau dalam sepi dan sunyi.

Perbedaan zona bumi timur dan barat menciptakan banyak pula perbedaan budaya, bahasa, dan waktu. Artinya saya akan bertemu kehidupan dengan budaya yang baru dan juga harapan baru serta impian baru. 

Selama perjalanan panjang di pesawat yang saya tempuh kurang lebih 13 jam non-stop dari Singapore, memberikan saya banyak waktu untuk merenung dan memaknai semua pengalaman hidup yang telah lalu baik suka dan duka.



Lalu saya menggaris bawahi semua pengalaman itu sebagai sebuah bentuk kasih sayang Tuhan kepada hamba-Nya, agar kita lebih banyak bersyukur dan selalu ingat tentang siapa kita dan apa tujuan hidup ini.

Saya tuliskan semua renungan itu dalam benak, menyimpannya dalam hati, menjadikannya sebuah referensi - kamus besar bagi kehidupan saya yang baru nantinya. Saya juga sangat berterima kasih kepada "para penjaga hati" yang mengantarkan saya hingga gerbang keberangkatan Bandara Juanda.

Ada banyak tawa canda dan airmata yang mengiringi perjalanan sarat makna dari Bondowoso-Surabaya. Tidak henti-hentinya saya bersyukur kepada Tuhan karena mau mengirimkan "para pengawal" setia-Nya untuk menemani langkah baru saya menuju kehidupan yang akan penuh tantangan kedepannya.

Perjumpaan dan Perpisahan


Setiap kehidupan manusia selalu diawali dengan perpisahan kemudian akan bertemu dengan perjumpaan demi perjumpaan, kemudian berpisah lagi hingga menuju perjumpaan sejati dengan Tuhan-nya.


Berpisah dengan keluarga di Bondowoso, teman dan sahabat, serta semua kehidupan di kota kelahiran saya bukan hal yang sederhana untuk dilakukan. Demikian pula bertemu dengan kehidupan baru di Negeri Belanda, butuh waktu untuk beradaptasi dan memahami budaya serta bahasanya.

Ada sebuah pepatah yang sering kita dengar, dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung, bahwa dimana kita berada ada baiknya kita mengenal dan menghormati budaya setempat.

Tidak setuju dan tidak sepaham itu pasti akan terjadi, karena kita lahir dan besar dari budaya yang jauh berbeda. Namun bukan berarti melawan dan berontak atau membenarkan pola pikir kita hanya untuk "menyadarkan" orang lain yang kita "anggap" salah jalan.


Kita lahir dari kebudayaan tua dan kuno di tanah Jawa, kita adalah anak-anak yang lahir dari bumi pertiwi dengan keluhuran dan kemuliaan budi pekerti selain itu kita mengenal Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin. 

Maka tidaklah bijak jika kemudian sikap dan tingkah laku kita jauh dari apa yang kita warisi dari nenek moyang. Kadang kita merasa kita yang paling benar, tapi percayalah .. akan selalu ada kebenaran lain diatas kita yang mungkin belum kita lihat, oleh karena itu mari sama-sama belajar untuk tidak gampang jumawa.

Memulai kehidupan di Belanda sudah pasti saya dituntut untuk mengikuti semua aturan yang berlaku, baik secara sosial kemasyarakatan, hukum dan administrasi berwarganegara, tapi bukan berarti saya melupakan Budaya Indonesia.

Saya tetaplah orang Jawa yang lahir dan besar dari komunitas suku yang heterogen di Indonesia, budaya dan kehidupan yang pernah saya jalani sangatlah jauh berbeda dengan kehidupan disini tapi saya hanya ingin berkompromi tanpa merubah hati dan jati diri.


Ucapan Assalamualaikum Netherlands saya rasa adalah hal yang tepat untuk disampaikan ketika pertama kali saya menginjak tanah ini. Saya pendatang yang juga ingin melanjutkan hidup, belajar lebih banyak lagi, ber-muamalah dengan halal,dan tentunya mengharap Ridho Illahi Rabbi

Jika anda melihat gaya berpakaian saya berubah, gaya hidup saya berubah, mohonlah untuk tidak berprasangka buruk dulu terhadap diri ini, karena saya hanya ingin mingle with the people .. melebur dengan mereka, dan inilah cara saya memperkenalkan Islam dan Indonesia kepada mereka ..

Jangan panggil saya "pendakwah" karena saya jauh dari benar, ada banyak salah sikap, perilaku dan juga kata-kata yang sering saya ucapkan. Saya hanya seorang perantau yang sedang belajar mengenal Tuhan dari banyak sisi.

Assalamualaikum Netherlands .. Ik ben je nieuwe vriend!




7 comments:

  1. Tapi teteup ya fotonya cantik narsis manis deh kak huehehe.

    Perpisahan dibuat bahagia aja, siapa tahu bb ku bisa ikutan turun T_T

    Anyway, selamat menempuh hidup baru! Maksudnya dengan lingkungan, makanan, cuaca, dan apapun yang nggak ada di Indonesia. Kalau aku lihatnya sih, kakak diberi Allah kesempatan keren yang gak semua orang bisa dapat :)

    Keep inspiring as always wherever you are kak, mwah!
    Salam dari Kota Lumpur, Sidoarjo ^_^

    ReplyDelete
  2. Halo Mbak Ericka, terima kasih ya sudah sharing bagian dari pengalaman hidupnya.
    Sepertinya asik bisa tinggal di sana. Sehat terus dan sukses di sana.
    Keep humble dan selamat menjalani hidup baru ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo mbak Liana makasih ya sudah berkunjung dan terima kasih juga untuk doanya ;) aamiin

      Delete
  3. Impianku dari dulu banget. Bisa tinggal di Eropa :) . Bukan krn ga cinta indonesia, tp krn melihat kehidupan di sana yg lbh teratur. Suami arg cerita pas masa2nya dia msh sekolah di Finland, jerman, jepang. Kyknya betaaaah bgt dgn sistem sekolahnya, kehidupannya.. :) . Semogalah suatu saat ada jalan utk aku dan keluarga bisa kerja dan tinggal di sana :)

    ReplyDelete
  4. Hai Mba Ericka, ini kali pertama aku berkunjung ke sini dan sepertinya akan sering - sering mampir :)


    Good luck untuk kehidupan barunya ya mba. Rasanya pasti akan nano - nano tapi kesempatan nggak datang 2 kali. Bahagia selalu ya dan sering - sering nulis tentang Belanda supaya yang di Indonesia bisa merasakan suka citanya :)

    ReplyDelete
  5. Selamat ya mba, akhirnya bisa menyusul ^^

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)